Mohon tunggu...
Bastian Jabir Pattara
Bastian Jabir Pattara Mohon Tunggu... wiraswasta -

Try, always share good thing

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Motivator ala Tukul Arwana

8 Februari 2015   00:25 Diperbarui: 17 Juni 2015   11:37 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

(Motivasi dan Humor)

"Don't Judge a Book by its Cover"

Saat makan siang Senayan City Jakarta, Senin 5/2/2015, tiba-tiba Mas Tukul datang dengan mengajak makan siang puluhan asisten dan anak bungsunya, serta beberapa kru family 100 indosiar di Kedai Betawi tempat kami makan.

Alhamdulillah, Mas Tukul duduk dekat kami, setelah salaman dan memulai pembicaraan, ternyata Mas Tukul sangat berbeda dengan apa yang biasanya ditampilkan di layar TV, bisa dikatakan berbeda 180 derajat perbedaannya, ini lah mungkin yang dimaksud Don't Judge a Book by its Cover, jangan menilai seseorang dari tampak luarnya saja. Itulah mungkin gambaran yang saya bisa lihat dari sosok Mas Tukul yang telah berumur 51 tahun (16 Oktober 1963).

Saat menyampaikan ide-ide Mas Tukul, Mas Tukul sering mengutip Alquran dan Hadits untuk memperkuat gagasannya, tentunya dengan penghapalan bahasa arab yang cukup fasih.

Pertemuan dengan Mas Tukul merupakan suatu anugrah tersendiri, dan jika diukur dengan materi tentu tak terhingga nilainya. Namun,  jika diukur dengan satuan waktu, Menurut sumber lain (bukan langsung dari Mas Tukul), Honor Mas Tukul sebagai host di Program Acara " Bukan Empat Mata" sekitar 60 juta per episode, dan kalau di undang jadi Motivator honornya sekitar 80 juta per sesi.

Kami berdiskusi selama 3 jam, nilai materinya melebihi honor sebagai host 1 episode "bukan empat mata" atau 1 sesi motivasi, apalagi tanpa di potong waktu tayang iklan yang bisa mencapai 4- 6 tahapan dalam 1 episode siaran.

Sebagai rasa syukur yang tak terhingga, akan dicoba berbagi hasil diskusi kami dengan Mas Tukul, yang bercerita soal Bagaimana membuat hidup berkah? bagaimana mencari rezeki yang halal? dan bagaimana membangun hubungan atau silaturahim dengan orang lain?

KEBERKAHAN HIDUP

Banyak orang hidup hanya hidup saja, tanpa memikirkan bagaimana menjalani hidup dengan baik, bagaimana hidup dengan cara Tuhan

Menjaga kecerahan, menjaga kebersihan, dan menjaga kesejukan. Bagaimana menjaga agar penampilan kita selalu cerah, bagaimana menjaga agar hidup kita selalu bersih (lahir dan hati), dan bagaimana agar hidup kita selalu sejuk dengan selalu menebar senyuman kepada orang lain, agar orang lain juga merasa kesejukan dalam diri kita. Mas Tukul tidak sepakat dengan istilah siraman rohani, karena roh itu sejatinya yang menghidupkan atau menggerakkan kehidupan kita, tanpa roh berarti kita sudah innalillahi sudah mati.

Mas Tukul lebih sepakat dengan istilah siraman hati, banyak orang punya pangkat dan jabatan yang tinggi, namun itu hanya gombal dunia saja, walaupun punya gelar dan pangkat yang tinggi namun kalau tidak punya hati, mereka tidak akan bisa menyadari yang salah dan yang benar, mereka tidak akan bisa melakukan hal yang baik, makanya hati mereka harus disiram.

Rasulullah SAW kata Mas Tukul, punya satu gelar yang namanya Al Amin (gelar-gelar Rasulullah yang lain

https://isro17.wordpress.com/2012/09/22/gelar-gelar-rasulullah-saw/), terpercaya itu karena hatinya selalu tersirami oleh cahaya Ilahi, dan titel Terpercaya, al amin, jujur itu membuatnya bisa melakukan apa saja dengan keterbatasan Rasulullah sebagai manusia.

Jadi yang kita butuhkan sebenarnya dalam hidup kita adalah gelar Al Amin, gelar yang diberikan orang, karena mereka telah mempercayai kita. Kalau orang sudah dipercaya apapun yang dia lakukan akan akan mudah diwujudkan. Banyak orang yang berpangkat dan bergelar tinggi namun tidak bisa dipercayai, akhirnya ending kehidupannya juga tidak baik, karena semuanya dipaksakan, apalagi dengan landasan tanpa kepercayaan yang tinggi (kebohongan) tidak akan bertahan. Dan kebenaran pasti akan menang. Hidup tanpa keberkahan adalah hidup yang tidak akan memberikan kebahagiaan.

Dalam berusaha untuk membuat hidup kita berkah kita harus memahami empat hal. Pertama Sifat Iblis/setan selalu berusaha membuat hidup kita tidak berkah dengan cara terang-terangan sebagai lawan. Kedua, Jin membuat hidup kita tidak berkah dengan memberikan buaian kehidupan, memberikan rasa nikmat hidup diawal, namun akhirnya pasti menyengsarakan kehidupan kita. Ketiga Malaikat, akan menjaga/mengawal agar hidup kita berkah, kalau memang kita punya niat dan usaha untuk menjemput hidup yang berkah, akan tetapi kalau kita tidak niatkan dan usahakan, apa yang malaikat bisa kawal. Dan yang Keempat, Tuhan selalu memberikan kehidupan yang berkah buat kita jalani, keberkahan itu adalah rahmat-Nya, makanya harus selalu kita syukuri.

MENCARI REZEKI

Mas Tukul menceritakan, saat awal-awal tinggal di Jakarta tahun 1995, Mas Tukul dan Uni Susi (istri beliau adalah orang Padang), ngontrak kos-kosan dengan ukuran 3 x 10 meter, dengan harga 120 ribu sebulan, sedangkan pendapatan Mas Tukul saat itu masih 70 ribu perbulan, kekurangannya selalu saja ada jalan untuk mencukupkan kebutuhannya. Kos-kosan tersebut listriknya di sharing, sehingga saat Uni Susi setrika pakaian, pembatas meter listriknya selalu turun, dan membuat tetangga Kosnya marah-marah sama Uni Susi.

Selama periode sulit tersebut, Mas Tukul selalu menjaga niat, pikiran dan perbuatannya agar selalu positif, Mas Tukul selalu berusaha dengan tulus dan sering tanpa pamrih, sehingga Mas Tukul nggak pernah kecewa dengan hasil yang didapatkan, dari situlah ketulusannya berhubungan dengan banyak orang membuahkan hasil, dan mendapat kepercayaan dari banyak orang.

Mas Tukul berusaha membangun hubungan bisnis dengan menerapkan konsep al amin, dipercaya oleh kolega bisnisnya. Makanya jika Mas Tukul diundang untuk ngisi acara atau shooting, Mas Tukul selalu berusaha membuat perjanjian tertulis yang jelas diawal, dilengkapi dengan punishment jika ada yang melanggar perjanjian tersebut, dan saat waktu perjanjian bisnis tersebut dilaksanakan, Mas Tukul berusaha hadir antara 1 - 2 jam sebelum acara dimulai, dan selama di acara 4 Mata & Bukan 4 Mata yang sudah tahun ke-11, Mas Tukul katanya belum pernah terlambat sekalipun, apalagi meminta maaf atas keterlambatannya. Mas Tukul berusaha menerapkan konsep kejujuran, al amin dipercaya, dalam membangun hubungan bisnisnya dengan konsistensi yang tinggi.

Sekarang Mas Tukul punya Kos-kosan syariah di Jakarta dengan salah satu kos-kosannya yang baru bernilai investasi sekitar 5 Milyar, dan disewakan sekitar 1,5 juta/kamar/bulan, punya undang-undang yang jelas sesuai syariah bagi penghuni kos-kosannya.

SILATURAHIM

Siapa yang menjaga makhluk dibumi, maka yang di langit akan menjaganya, itulah filosofi silaturahim Mas Tukul.

Mas Tukul selalu berusaha berhubungan dengan tulus dan tanpa pamrih, Mas Tukul bergaul dengan rendah hati dan penghargaan yang tinggi kepada orang yang diajaknya berkomunikasi.

Kata Mas Tukul, silaturahim itu memiliki 3 manfaat, pertama menambah rezeki, tanpa niat macam-macam saat silaturahim, tiba-tiba ditawarin job MC dan rezeki lain-lainnya. Kedua Silaturahim itu memanjangkan umur, saat ketemu teman kita senang dan membuat kita makin sehat, dan yang ketiga silaturahim dapat menolak bala, saat banyak teman, kita banyak informasi, sehingga kita bisa terhindar dari hal-hal buruk karena kekurangan informasi. Wallahu 'alam

Semoga ada manfaatnya, aamiin YRA

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun