Sikap santun, toleran, dan peka terhadap sekitar menghantarkan dakwah tepat sasaran. Tidak saja berfokus pada ritual peribatan, namun juga terhadap pemberdayaan intelektual keagamaan, ekonomi, dan kesalehan sosial. Sehingga masjid tidak hanya megah digedungnya, namun miskin moral dan kegiatan umat.
Mewujudkan Kesalehan Sosial
Demokrasi dilakukan dalam bingkai keimanan dan ketakwaan. Keimanan dan ketakwaan tersebut pada akhirnya mewujudkan insan yang isn (saleh). Dalam kajian tasawuf, ihsan dimaknai dengan seolah-olah melihat Tuhan, atau jika tidak, maka senantiasa diawasi Tuhan. Sikap ini menjadi penting, sehingga setiap aktifitas tidak dilakukan sekehendak nafsu.
Pun dalam hal kehidupan sosial, segala kegiatan yang dilakukan merasa dalam pengawasan Tuhan. Perbuatan menipu, menciderai, dan merusak tatanan dengan demikian dapat dihindari. Pada saat yang sama, kehidupan sosial menjadi indah dan harmonis, saling menyapa, saling berkunjung, saling membantu, saling tukar pendapat dan musyawarah, dan kegiatan positif lainnya. Bahkan disebutkan bahwa Tuhan akan menolong hamba-Nya sekira hamba menolong sesama.
Berangkat dari iman dan takwa sehingga berbuah sikap ihsan atau saleh, demokrasi yang toleran, adil dan beradap dapat terwujud. Perbedaan menjadi penghias dan penyempurna kehidupan, bukan menjadi perusak dan penghancur kehidupan. Wallh a'lam.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H