Mohon tunggu...
Masykur Mahmud
Masykur Mahmud Mohon Tunggu... Freelancer - A runner, an avid reader and a writer.

Harta Warisan Terbaik adalah Tulisan yang Bermanfaat. Contact: masykurten05@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Mengajarkan Prinsip Hidup yang Benar pada Anak

25 Juli 2023   12:21 Diperbarui: 25 Juli 2023   12:35 161
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
lauk yang sehat| Freepik.com

Standar hidup yang dilihat sehari-hari oleh anak secara tidak langsung menjadi nilai pembenaran ketika anak dewasa. Kebiasaan hidup sehat dan bersih memberi kesan mendalam dalam pikiran bawah sadar anak.

Seorang ayah yang bijak wajib mengedepankan kesehatan anak dari sekedar pemenuhan kebutuhan. Kesehatan bukan sebatas merespon saat anak sakit, namun dimulai dari pembiasaan hidup yang terbebas dari datangnya sumber penyakit.

Contoh paling sederhana adalah kebiasaan merokok yang membawa dampak negatif bagi anggota keluarga. Dimulai dari udara yang dihirup, berakhir pada prinsip hidup tidak sehat.

Sejatinya, keluarga yang terbebas dari asap rokok bukan hanya lebih sehat secara fisik, namun juga berfungsi sebagai wadah transfer ilmu bagi anak. Dengan sendirinya, anak menangkap pesan kesehatan dari apa yang diperlihatkan seorang pemimpin dalam keluarga. 

Lalu, bagaimana peran seorang ibu dalam rumah tangga?

Seorang ibu perlu mengajarkan konsep hidup sehat dari makanan dan minuman dalam keluarga. Mungkinkah anak bisa belajar mengkonsumsi makanan sehat jika kebiasaan seorang ibu makan makanan cepat saji? jelas tidak!

Peran ibu sangat penting untuk mengajarkan konsep makanan sehat sehari-hari. Caranya dengan rutin memasak lauk yang sehat mengandung sayur dan ikan serta terbiasa mengkonsumsi buah.

Sebaik mungkin, hindari membawa pulang makanan cepat saji ke rumah. Libatkan anak ketika memasak dan ajarkan fungsi sayuran dan buah bagi pencernaan. Mulai dari hal simpel, mengenalkan jenis sayur dan manfaatnya bagi tubuh. 

Bisakah seorang ibu mewariskan konsep hidup sehat? sangat bisa! akan tetapi, seorang ibu haruslah memiliki wawasan yang luas tentang makanan sehat dan minuman yang menyehatkan. 

Dengan selalu memasak di rumah sebagai konsumsi utama keluarga, anak akan paham makna hidup sehat jauh lebih cepat sebelum jajanan tidak sehat masuk ke dalam tubuh mereka. 

Pembiasaan dalam rumah itu sangat krusial, dimulai dari penyajian makanan, cara makan dan kebiasaan positif lainnya. Saat anak terbiasa makan makanan sehat, maka kebiasan di luar rumah juga akan terbawa dengan otomatis.

Yang tak kalah penting untuk diajarkan kepada anak adalah konsep kebersihan. Nah, ayah dan ibu perlu bekerjasama untuk mengenalkan tata cara hidup bersih. 

Hidup bersih tidak datang begitu saja jika tidak dicontohkan dan dibiasakan. Semenjak kecil, anak perlu melihat seorang ayah menyapu rumah, seorang ibu membersihkan dapur, dan saling bergantian saling membantu membersihkan rumah.

Anak mesti diajarkan makna kebersihan rumah dengan tidak membiarkan sampah bukan pada tempatnya. Ajak anak untuk menempatkan baju kotor di tempat yang sudah disiapkan, membuang sampah pada tong sampah, dan membereskan mainan ketika selesai bermain. 

Walaupun hal seperti ini terlihat simpel, pembiasaan sederhana sangat bermakna bagi anak sebagai sumber ilmu pertama. Kesan hidup bersih akan terbawa dalam hidup dan tentu saja menjadi standar hidup anak ketika dewasa nantinya.

Ketika prinsip hidup yang benar diwarisi anak lewat pembiasaan, maka kota layak anak akan lebih mudah diwujudkan pada skala yang lebih luas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun