Mohon tunggu...
Masykur Mahmud
Masykur Mahmud Mohon Tunggu... Freelancer - A runner, an avid reader and a writer.

Harta Warisan Terbaik adalah Tulisan yang Bermanfaat. Contact: masykurten05@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Cara Melatih Otak Membentuk Kebiasaan Menulis

27 Juli 2021   11:29 Diperbarui: 27 Juli 2021   12:31 402
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi gambar :www.dreamgrow.com

Mengeluarkan ide yang ada dalam kepala menjadi sebuah tulisan bukan hal gampang, namun mencari ide untuk sekedar hadir dalam pikiran juga tidak mudah. Sebuah ide atau gagasan terkadang muncul tak diundang dan acapkali tidak datang saat diundang. hehe. 

Seorang penulis memiliki banyak rintangan untuk mengeksekusi ide. Satu hal yang pasti pengalaman membaca dan menulis akan sangat membantu dalam hal mengolah ide menjadi sebuah karya. 

Bagi penulis senior level kesulitan menulis akan berbeda dengan penulis pemula, sama halnya seperti anak magang dibanding dengan pegawai tetap yang sudah bekerja 3 tahunan. jelas dari sisi pengalaman banyak hal yang berbeda.

Seorang penulis pemula mungkin akan kesulitan menelurkan ide, apalagi saat sedang stuck. terlebih jika jarang menulis dan belum membiasakan diri menulis setiap hari. Hal ini sangat wajar karena otak belum merekam aktiftas menulis, jadi koneksi otak tentang menulis masih bekerja lambat.

Coba bayangkan jika anda pergi ke sebuah tempat pertama kali, akan dibutuhkan usaha lebih secara perlahan menelusuri alamat yang dituju. Tapi, saat sudah melintasi area tersebut puluhan kali, otak sudah merekamnya dan anda akan bisa merubah mode ke auto pilot. anda akan mampu menuju ke tempat itu dengan cepat dan tepat. Begitulah kerja otak saat sudah memiliki akses terhadap memori yang diperlukan.

Nah bagaimana dengan menulis? Menulis juga membutuhkan sebuah memori khusus yang harus ditanam didalam otak agar fungsi otak bisa bekerja lebih cepat. Akses ini sangat dibutuhkan otak untuk bekerja secara autopilot atau tanpa perlu usaha ekstra. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Fokus pada Topik sesuai Keahlian/Minat

Agar bisa fokus dan terarah, seorang penulis perlu memperkaya diri dengan sumber bacaan yang spesifik. Membiasakan diri dengan bacaan sesuai minat akan membentuk koneksi baru dalam otak, semakin sering membaca maka semakin kuat memori yang terbentuk di dalam otak. 

Apa manfaatnya? jika anda sering membaca sesuatu sesuai bakat atau minat ini akan sangat membantu otak membuat akses memori sama seperti fungsi RAM. Memori ini diperlukan otak untuk bisa bekerja lebih cepat saat anda menulis. Contohnya seperti ini, jika anda suka membaca tentang otomotif dan sering sekali mengakses artikel tentang topik otomotif dengan sendirinya otak akan membangun koneksi dan menyimpannya di bagian khusus.

Saat anda ingin menulis, memori ini akan terkoneksi cepat dan idepun akan mengalir. Kadang sebab utama kita tidak ada ide karena otak dalam keadaan kosong, atau dengan bahasa lain akses memori tentang topik tertentu belum terbentuk didalam otak sehingga ini memperlambat kerja otak.

Lebih mudah dipahami seperti ini, saat kita sering membuka file tertentu di komputer, maka saat ingin membuka kembali komputer akan memberi jalan pintas agar kita bisa langsung mengaksesnya. Berbeda saat file yang ingin dibuka pertama kali akan butuh waktu untuk menemukannya. Begitu juga cara otak bekerja, semakin sering sesuatu direkam otak, maka semakin mudah kita mengaksesnya.

Jadi, jika ingin mudah menulis, biasakan membaca sesuatu yang terarah dan terfokus. Dalami topik dan isu tersebut lebih mendalam setiap hari dan lama kelamaan anda akan menjadi expert dalam bidang tersebut.

2. Latih Otak untuk Terbiasa Berpikir

Otak memiliki kemampuan menyimpan informasi unlimited. Akan tetapi cara kita menyimpan informasi juga menentukan berapa lama informasi akan bertahan di otak. Jika di komputer ada istilah RAM dan HARDDRIVE, maka otak memiliki sistem kerja seperti ini. Karena memang cara kerja komputer itu meniru pola kerja otak.

Saat membaca artikel dan berita usahakan membiasakan diri bertanya dengan membuat rangkaian pertanyaan seperti, kenapa hal tersebut bisa terjadi, apa penyebabnya dan apakah ada solusi. Dengan bertanya otak akan membentuk koneksi baru yang bisa menghasilkan atau mengarahkan kita kepada sebuah jawaban.

Cara seperti ini bermanfaat untuk membentuk critical thinking agar nantinya saat membutuhkan sebuah ide otak akan mengeluarkannya dengan cepat. Dalam sebuah artikel kita bisa membentuk pola bertanya dengan mengarahkan pikiran ke sebab-akibat, proses, atau lainnya.

3. Biasakan Menulis di waktu yang Sama 

Ritme atau pola menulis perlu dibentuk sebaik mungkin mengikuti jam atau waktu yang spesifik. Jika nyaman menulis diwaktu pagi maki alokasikan waktu khusus di jam tertentu untuk menulis. Dengan cara ini otak akan membentuk sebuah pattern menulis yang nantinya akan menjadi sebuah habit.

Yang harus diperhatikan dengan baik adalah membiasakan menulis di jam yang sama setiap hari. Jangan khawatir jika tidak ada ide, cukup tulis apa saja yang anda mau, baik itu dari hasil bacaan, hasil observasi sekitar, hasil memonton, atau hasil pikiran, intinya tulis saja. Dan satu lagi, jangan tulis terlalu panjang, cukup 500 kata saja untuk membiasakan otak.

Seiring waktu berjalan, anda akan merasa kemudahan dengan keseringan menulis. Awalnya 500 kata mungkin masih sulit, tapi lama- kelamaan anda akan mampu menulis 1000 kata dalam waktu singkat. Semakin sering maka semakin mudah dan semakin terlatih. Seorang pelari harus berjalan dulu baru mulai berlari, jadi jangan bebankan diri untuk menulis yang berat dulu, mulai dari yang simpel. 

Lakukan kebiasaan menulis di jam yang sama setiap hari tanpa libur. INGAT! jangan pernah absen walau seharipun. Lakukan terus menerus selama tiga bulan. Ada ide atau tidak ada ide harus tetap menulis, walau judul tulisannya 'saya tidak tahu nulis apa', yang penting tulis. Otak kita perlu membentuk koneksi puluhan dan ratusan kali agar bisa menjadi sebuah memori yang sulit dihapus. 

Jadi intinya, kalau mau jadi penulis dan membentuk kebiasaan menulis maka yang harus dilakukan adalah MEMBIASAKAN MENULIS.  Cukup itu saja. GAMPANG Kan? !!!

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun