Mohon tunggu...
Maman Fathor Rahman Emha
Maman Fathor Rahman Emha Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Seorang Penulis Tak Bertuan Yang Ber-TUHAN | Mahasiswa | Blog : www.mamanism.co.nr | Twitter : @mamanism\r\n\r\nSalam Republik Kompasiana ^_~

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Alur Kehidupan

30 Juli 2012   16:13 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:26 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Angin berhembus sepoi - sepoi

Mengantarkanku menuju dunia mimpi

Waktu trus berputar tiada henti

menguasai hati yang mati ini

***

Kuterbawa arus kehidupan

yang penuh dengan jalan terjal dan curam

membentengi diri yang sedang berjuang

Melawan kesesatan yang nyata

***

Roda -roda kehidupan berputar

Kadang kita di atas, kadang kita di bawah

Siang berganti malam, malam berganti siang

Begitupun seterusnya.. Seakan menciptakan

Seribu makna yang berarti dalam bumi

***

Kejadian demi kejadian trus menghamiri

Tak pernah berhenti walau gempa bumi mengguncang

Angin mengamuk, api meraung -raung dan...

Air pun menumpahkan isinya

***

Mengapa semua ini terjadi ???

Semua berlalu tanpa respon dari manusia tak berhati

Kutelaah celah - celah kehidupan

Namun tak kunjung mendapatkan jawaban pasti

***

Kugoreskan tinta terakhirku ini

Dengan harapan semua akan berjalan dengan kehendak-NYA

dan Manusia mengerti apa makna yang tersembunyi di balik itu...!!!

***

Oh Tuhanku...!!!

Berilah hamba kekuatan untuk mencari Keridho'anmu yang tiada batas

Yang waktu dan ruang pun tak mampu menghalanginya..

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PP. Nurul Jadid (01-07-2007)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun