Debut Antonio Conte bersama Spurs. Raih kemenangan atas Viteese Arnhem di ajang Liga Konferensi Eropa.
Pelatih berusia 52 tahun asal Italia itu bersorak kegirangan. Ketika tim asuhan barunya Tottenham Hotspur. Menang 3-2 di depan pendukungnya sendiri.
Kemenangan ini seakan mengobati luka. Setelah pekan lalu dibantai 0-3 oleh Manchester United. Berujung pemecatan terhadap pelatih Nuno Espirito Santo.
Conte sendiri sebetulnya menjadi kandidat. Ketika manajemen Spurs memecat pelatih Jose Mourinho.
Karena ketidaksepakatan antara manajemen dan Conte. Pilihan kemudian jatuh ke mantan pelatih Wolves Nuno Esperito Santo.
Performa Spurs yang terus memburuk. Nuno Espirito harus menerima kenyataan dipecat juga.Â
Maka pilihan pun kembali jatuh ke sosok pelatih yang tahun lalu membawa Inter Milan raih gekar scudetto. Antonio Conte. Kali ini agaknya manajemen yang melunak terhadap syarat Conte.
Pilihan yang tepat. Setidaknya pada debutnya bersama Tottenham Hotspur. Mantan pelatih Atalanta, Juventus dan Chelsea itu bawa kemenangan Harry Kane cs.
Tampil Penuh Semangat
Mengawali pertandingan Spurs tampil penuh semangat. The Lilywhites mwnguasai 60% jalannya pertandingan.
Menit 13 Son Heung-min sudah membawa timnya unggul. Memanfaatkan bola muntah dari tendangan Lucas Moura.
Lucas Moura sendiri menggandakan keunggulan timnya pada menit 22. Meneruskan umpan matang Harry Kane.
Harry Kane juga membawa petaka tim tamu Vitesse. Jacob Rasmussen yang bermaksud menghalau tendangan Kane. Justru membelokkan bola ke gawangnya sendiri.
Pada menit 32 Rasmussen menebus kesalahannya. Tandukan kepalanya dengan jitu menceploskan bola ke gawang Spurs yang dikawal Hugo Lloris.
Tujuh menit berselang. Matus Bero memperkecil ketinggalan. Golnya menyudahi babak pertama dengan kedudukan 3-2.
Memasuki babak kedua wakil Belanda di gelaran Liga Konferensi Vitesse Arnhem. Meningkatkan serangan.Â
Tottenham Hotspur semakin kewalahan meladeni permainan Vitesse. Sejak menit 59 Spurs harus bermain dengan 10 pemain. Pasalnya Romero mendapatkan kartu kuing kedua.
Menit ke-80 Vitesse juga harus bermain dengan sepuluh pemain. Danilho Doekhi mendapatkan kartu kuning kedua. Setelah melanggar Harry Kane.
Vitesse semakin terpuruk pada menit 84. Kiper Marcus Schubert mendapatkan kartu merah. Karena sengaja menghadang bola dengan lengannya di luar kotak penalti.
Sekalipun babak kedua diwarnain dengan 3 kartu merah. Akan tetapi tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Jkt, 051121
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI