Mohon tunggu...
Mas Nawir
Mas Nawir Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta/Penulis lepas

Vlogger Blogger Youtuber

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Daya Pikat Video Wisata di Youtube

23 Februari 2020   12:24 Diperbarui: 23 Februari 2020   12:25 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu video yang  ramah pengiklan adalah genre wisata.  Baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebab tempat wisata tidak mengandung unsur yang  melanggar kebijakan privasi atau  pelanggaran hak asasi.

Terlebih ini era milenial.  Semua orang berlomba-lomba pergi ke tempat wisata. Membangun kegembiraan bersama keluarga tercinta.  Dan  menjadi ajang  promosi gratis bagi pengelola wisata.

Pergi ke tempat wisata juga dalam rangka mengekspresikan diri.  Mengagumi keindahan alam,  menciptakan ruang khusus dalam hati dalam menghayati kesan.  Dan memamerkan setiap momen dalam display media sosial.  

Dalam berwisata,  orang tak hanya mengunggah foto,  tapi  berbagai pengalaman yang  tersisa,  yang  mampu diingat sepanjang masa.  

Souvenir adalah bagian terpenting dari sebuah lokasi wisata.  Kaos,  hiasan,  kalung,  gelang,  topi,  bahkan karya seni suatu daerah akan menjadi kenangan tak terlupakan.

Bahkan hotel tempat menginap pun akan memberi kesan mendalam dan merangsang orang untuk kembali datang,  dan mendapat pelayanan yang sama.

Selain web dan blog,  para pengguna internet juga mencari informasi wisata dari  video youtube.  Dan ini akan menjadi kesempatan kreator yang gemar melakukan travelling.  

Dua keuntungan yang  didapat secara langsung saat melakukan perjalanan. Mendapatkan hiburan dan mendapatkan bahan konten untuk youtube.

Ada beberapa hal yang  patut diperhatikan saat seseorang membuat video wisata.  Yaitu berkaitan dengan berbagai informasi yang  menyeluruh. Mulai  dari persiapan keberangkatan,  situasi selama perjalanan,  dan kegiatan apa yang  dilakukan saat sampai di lokasi wisata.

Banyak  angle sederhana bisa direkam,  sebagai potongan-potongan penting dalam pembuatan video wisata.

Keributan saat mau berangkat, keceriaan selama perjalanan,  dan semua aktifitas selama di lokasi wisata.  

Pantai,  wisata alam,  pegunungan,  sungai,  rawa,  adalah lokasi-lokasi  yang  menarik dan penuh warna,  serta sangat bagus untuk dijadikan adegan video.

Bahkan wawancara dengan sesama pelancong pun akan menjadi adegan yang  memikat.

Anda bisa menyampaikan semua informasi melalui  dubbing narasi.  Atau menilai  dan menggambarkan lokasi dengan adegan vlog.

Banyak informasi yang bisa anda sampaikan dalam narasi.  Semisal berapa jauh dari tempat anda menginap,  sampai lokasi harus menggunakan kendaraan apa,  berapa tiketnya,  bagaimana suasananya dan sebagainya.

Anda juga bisa menambahkan keterangan tertulis di video bila tidak bisa memasukkan suara. Atau merekam informasi dari pengelola wisata bersangkutan mengenai kondisi lokasinya.

Video wisata memiliki peminat yang  banyak di youtube. Karena kebutuhan informasi detail mengenai sebuah lokasi wisata.  

Apalagi kalau wisatanya penuh dengan tantangan semacam arung jeram atau kegiatan muncak di gunung,  sepanjang apapun videonya orang akan tetap menyimak sampai tuntas.

Anda bisa juga mengunakan kendaraan roda dua saat berwisata. Semisal pergi hanya berdua dengan istri tercinta,  dan merekamnya dalam kamera mungil yang  dipasang di stang  motor,  atau helm di atas kepala.  Lukisan perjalanan yang tergambar jelas ketika berkendara,  akan memberi banyak manfaat bagi para pemirsa.

Bahkan anda pun bisa membuat semua pengalaman ini dalam bentuk artikel dan menggugahnya ke Kompasiana, seperti saya.  

Menarik bukan?

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun