Piala Pemain Terbaik Luca Modric Itu Tinggal Kenangan
Madrid seperti halnya MU menuju lembah kemerosotan. Hanya bedanya, kalau MU sudah meluncur jauh, Madrid baru ketahuan kalau mau meluncur ke bawah.
Namun ke dua klub raksasa ini sebetulnya mempunyai kebiasaan sama, sulit menerima kekalahan. Ada lagi yang membedakan Madrid dengan MU khusus untuk Mou. Madrid dapat mengatasi Mou tanpa membayar fee untuk memutus kontrak dengan Mou, sedang MU masih berpikir keras, suatu cara dan waktu yang tepat untuk memutuskan kontrak MU dengan Mou.
Namun Madrid masih lebih beruntung dari pada MU, termasuk Madrid masih memiliki pemain pemain yang mendapatkan penghargaan, misalnya seperti Ramos, sebagai pemain bertahan terbaik. Juga yang paling fenomenal Madrid memiliki pemain Terbaik pada Luca Modric. Pemain Terbaik Luca Modric, yang bahkan Ronaldo yang dianggap pahlawan Madrid itu pun tidak mendapatkannya.
Luca Modric memang baru nampak berjaya di Piala Dunia 2018 Rusia, ketika membela Kroasia. MU masih lumayan untuk pemain yang menonjol, ada Pogba di Piala Dunia 2018 Rusia, yang sempat memperkuat Perancis dan meraih Juara Piala Dunia.
Namun jelas Madrid masih lebih baik dari pada MU, karena beda dengan manajer MU, Mou, yang menjadi sorotan banyak orang karena dianggap sebagai salah satu sumber masalah di MU, maka manajer Madrid, Lopetegui, bukan dianggap sebagai sumber masalah.
Masalah yang baru saja dianggap muncul adalah pindahnya Ronaldo dari Madrid. Tidak adanya Ronaldo di Madrid baru disadari ketika beberapa laga terakhir Madrid, yang seolah menunjukkan bahwa Madrid bukan lagi klub besar. Madrid kalah 3 gol tanpa balas oleh Sevilla. Madrid juga dipaksa bermain seri 0-0 oleh Atletico di La Liga.
Bahkan Madrid harus menerima kekalahan pahit ketika menjalani laga tandang ke CSKA Moskow. Madrid kalah 0-1 dari CSKA. Laju menurun Madrid ini mirip dengan krisis yang sedang melanda MU.
Sejak MU ditahan imbang oleh Wolves, MU berturut-turut prestasinya merosot. MU harus kalah dari Derby County di laga Carabao Cup, kemudian MU juga kalah lagi dengan West Ham. Terakhir MU hanya mampu bermain seri dengan Valencia. Namun apakah krisis yang menimpa Madrid karena Madrid ditinggal Ronaldo ?
Madrid seolah melupakan Zidane. Kepergian Zidane lah sumber utama kemerosotan Madrid. Pindahnya Ronaldo memperkuat kemerosotan Madrid. Ronaldo sudah lama memperkuat di Madrid, namun sejarah membuktikan bahwa Ronaldo baru mengkilap di Madrid setelah Don Carlo datang. Don Carlo manajer jamian Juara itu berhasil membawa Madrid meraih La Decima.
Bahkan Pelegrini dan Mou pun tidak sanggup mendorong Ronaldo untuk membawa Madrid meraih Juara Liga Champions. Namun nasib buruk menimpa Don Carlo juga, setelah beberapa kali prestasi Madrid merosot, Don Carlo pun dipecat.
Hanya Zidane yang mampu membawa Madrid menjadi Juara Liga Champions 3 (tiga) kali berturut-turut. Hanya Zidane yang mampu mengajak ego tinggi dari para pemain hebat Madrid, Ronaldo, Bale, Benzema, Modric, Isco, Asencio, saling pengertian dan bersatu padu membuat Madrid berjaya.
Bagaimana mereka, para pemain hebat itu mau membantah Zidane ? Zidane sudah melakukan segalanya untuk sepakbola sebagai pemain, mereka belum. Sehebat-hebatnya Ronaldo, belum pernah berprestasi seperti Zidane.
Zidane pernah membawa Madrid Juara Liga Champions. Zidane juga pernah membawa Timnas Perancis Juara Dunia. So, Zidane berhasil menjadi faktor determinan di Madrid.
Namun dengan prestasi Madrid yang sedang merosot ini, membuat sebagian kalangan beranggapan bahwa Madrid seolah merindukan Ronaldo. Namun demikian Luca Modric pemain terbaik itu, tidak menganggap Madrid sedang dalam krisis. Padahal Zidane pernah memberikan peringatan langsung kepada suksesornya di Madrid, Lopetegui, bahwa di Madrid tidak boleh mengalami kegagalan.
Memang Lopetegui, pernah kalah dengan Atletico pada laga memperebutkan Piala Super Eropa. Namun hal itu mungkin masih dianggap tidak begitu penting, karena itu bukan laga kompetisi dan lagi karena Lopetegui belum lama menangani Madrid.
Setelah kompetisi La Liga berjalan Lopetegui berhasil membawa Madrid memperoleh kemenangan. Bale dan Benzema bertekad untuk terus mecetak gol untuk Madrid.
Memang betul kalau Modric mengatakan situasi yang melanda Madrid, yang menunjukkan prestasi Madrid mulai merosot itu, bukan berarti Madrid sedang dilanda krisis. Madrid hanya sedang mengalami penurunan dan Piala Pemain Terbaik Luca Modric itu pun tinggal kemenangan. Luca Modric juga belum mampu membawa Madrid bangkit dari situasi buruk.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI