Meski begitu, tersurat optimisme Suzuki bahwa kepergian salah satu arsitek kegemilangan Yamaha pada kurun 2004-2010 itu tak akan berpengaruh signifikan. Diantaranya Sahara yang menyatakan bahwa ia dan Brivio sebalumnya kerap bertukar pikiran dan memiliki pandangan yang sama.Â
Paket 2021 Harus Lebih KuatÂ
Menghadapi musim 2021, tak ada hal lain yang harus direalisasikan Suzuki selain lebih kuat dari musim 2020.
Paket serangan dari para rival sudah terlihat jelas. Yamaha sudah memperkuat squad-nya dengan mendatangkan Fabio Quartararo di tim pabrikan. Tinggal bagaimana tim garputala mensinergikan 2 darah muda --Vinales dan Quartararo-- untuk meraih hasil terbaik.Â
Berdiri di dua kaki, Yamaha pun menyokong  Valentino Rossi dengan paket pabrikan meski ia digeser ke tim satelit, Petronas Yamaha SRT menemani sang anak asuh, Franco Morbidelli.
Nama yang terakhir disebut ini pun perlu dimasukkan ke dalam daftar ancaman. Pada musim lalu, Franky sukses mengemas 3 kemenangan dan finish di peringkat ke-2 klasemen akhir.
Ducati pun sudah mendatangkan Jack Miller dan Francesco Bagnaia untuk menggantikan Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Meski tak mengantongi kemenangan, sepak terjang Miller di musim 2020 tak bisa dianggap buruk sebab mampu meraih 4 kali podium.
Belum lagi nama-nama lain seperti Maverick Vinales dan para pebalap KTM yang kerap menyodok ke front row.Â
Namun harapan publik untuk melihat comeback-nya Marc Marquez nampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya ia akan menjalani operasi ke-4 karena terjadi infeksi saat proses pemulihan cidera bahunya.Â
Mir, Juara Dengan Kemenangan Tunggal
Melihat pemetaan ancaman tersebut, Suzuki akan menanggung beban berat jika memiliki performa seperti pada musim lalu.