Apakah salah ketika aku mengatakan malam itu lebih indah daripada pagi.
Karena bersamanya ku bangun mimpi indah nan megah denganmu dalam lelapku.
Sebuah mimpi yang selalu ku panjatkan disetiap harinya.
Dan disetiap hari pula mimpi itu dihancurkan.
Dihancurkan oleh pagi dengan matahari dari ufuk timurnya.
Bilamana pagi itu ada dihadapan ku semua sumpah serapah mungkin akan keluar dari lisanku.
Dengan segala amarah akan aku luapkan untuk menghilangkannya dari dunia ini.
Agar aku bisa bersamamu setiap saat.
Namun sayang hal seperti itu tidak akan mungkin terjadi.
Karena Sang Maha memiliki cara untuk menghentikan itu.
Oleh karena itu ku nikahi malam.
Dengan mengenakan setelan baju pengantin dan maskawin yang ku bawa.
Ku nikahi malam dan menjadikan malam sebagai milikku.
Dengan malam yang telah menjadi milikku maka kau pun menjadi milikku kekasih ketika malam datang.
Dan kini lah aku sang Pengantin Malam.
Pengantin yang hanya mampu mencium dan mencumbui bahkan mencintai ketika malam saja wahai kekasih.
Seorang pengantin yang selalu menanti kedatangan malam untuk bertemu dengan mu kekasih.
Malang
20/12/2020
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI