Memasuki bulan Agustus 2018 ini, salah satu komoditi pertanian unggulan di Dataran Tinggi Gayo kabupaten Aceh Tengah yaitu Nanas Pegasing, kembali memasuki masa panen raya.Â
Sejak tahun 1990 an wilayah kecamatan Pegasing yang berada pada lintasan jalur utama Takengon-Isaq-Blang Kejeren itu memang sudah dikenal sebagai sentra produksi nenas di daerah berhawa sejuk ini.Â
Dan bulan Agustus -- September  adalah masa yang ditunggu-tunggu oleh para petani, karena mesuki bulan ini, biasanya memang terjadi "banjir" buah bersisik ini.
Tak mengherankan jika dalam beberapa minggu terakhir ini nanas Pegasing yang dikenal memiliki rasa manis dan aroma khas ini mulai "membanjiri"Â pasar tradisional di kota Takengon dan sekitarnya.Â
Begitu juga yang terlihat di sepanjang jalan di wilayah kecamatan Pegasing, buah-buah nanas segar yang baru dipetik dari pohonnya, "dipajang" dan sebagian disusun rapi di kios-kios penjaja buah nanas maupun kafe poles (rujak nanas khas Pegasing, Aceh Tengah).
![Gambar 2, Nanas Pegasing 'membanjiri' pasar tradisional (Doc. FMT)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/08/29/banjir-nenas-5b86215e12ae9409634ce723.jpg?t=o&v=770)
Sedangkan untuk seporsi nanas poles lengkap dengan bumbu kacangnya, cukup diganti dengan 10 rupiah saja, cukup murah kan? Pondok-pondok poles nanas yang banyak ditemui di sepanjang jalan lintasan utama ini juga bisa jadi wahana refreshing keluarga, untuk menghilangkan kepenatan dari aktifitas keseharian, karena tempatnya juga cukup nyaman untuk bercengkerama bersama kelauraga maupun para relasi.
![Gambar 3, Nikmatnya 'poles' nanas Pegasing (Doc. FMT)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/08/29/poles-nanas-pegasing-5b861ec6ab12ae5ffc417692.jpg?t=o&v=770)
Nenas Pegasing semakin dikenal ketika mampu meraih Juara 2 dalam Kontes Buah yang diselenggarakan pada ajang Pekan Nasioonal (PENAS) ke XV di Banda Aceh tahun 2017 yang lalu.Istimewanya lagi, karena rasanya yang sangat manis, nanas Pegasing dapat disantap kapan saja tanpa harus takut sakit perut, karena tingkat keasamannya relatif rendah.
Berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan olahan
Meski sudah berpuluh tahun menjadi sentra produksi nanas, namun sampai saat ini produk nanas hanya dijual dalam bentuk buah segar atau poles nanas, belum ada upaya untuk mengolah nanas ini menjadi produk-produk pangan olahan yang nilai jualnya bisa lebih tinggi dan lebih menguntungkan petani.Â
Pada saat panen raya seperti sekarang ini, produksinya berlebih dan tidak semuanya bisa terserap pasar, padahal dengan sedikit sentuhan kreativitas, nanas bisa diolah menjadi selai, sirup, dodol, bolu, cake, es krim bahkan keripik nanas yang nilai jualnya tentu saja lebih tinggi.Â
Bahkan jika serius dikembangkan, bisa menjadi produk oleh-oleh khas Aceh Tengah bagi para wisatawan yang mengunjungi daerah ini, karena kabupaten Aceh Tengah juga dikenal sebagai salah satu daerah destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan luar daerah maupun manca negara.
![Gambar 4, Produksi melimpah tapi baru sebatas dipasarkan dalam bentuk buah segar, belum menjadi produk pangan olahan (Doc. FMT)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/08/29/kios-nanas-menghiasi-sepanjang-jalan-5b86226fc112fe4e36703da6.jpg?t=o&v=770)
Beberapa tahun silam, pernah ada investor yang berniat mendirikan pabrik pengalengan nanas disini, namun rencana tersebut sampai sekarang tidak pernah terwujud, entah kendala apa yang menyebabkannya.
Sebenarnya tanpa kehadiran pabrik pun, upaya meningkatkan nilai ekonomis produksi nanas Pegasing ini dapat dilakukan oleh pemerintah daerah setempat dengan membina industri kecil dan industri rumah tangga untuk menghasilkan produk pangan olahan berbahan dasar nanas ini.Â
Di daerah tujuan wisata lainnya, sebagian besar produk pangan olahan yang kemudian menjadi oleh-oleh khas daerah tersebut, sebagian besar ditopang oleh industri pengolahan hasil skala kecil atau skala rumah tangga.Â
Tentunya harapan kita, wacana seperti ini dpat disahuti oleh para pihak, sehingga nanas Pegasing yang sudah punya "nama" ini akan semakin mendongkrak kesejahteraan petani. Jika ini bisa direalisasikan, akan menjadi potensi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi perekonomian di tanah Gayo.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI