Karena islam ditegakkan dari pemahaman yang sahih tentang kehidupan, dan menempatkan kehidupan dalam konteks yang benar, maka system dan aturan yang muncul dari akidah islam pun akan sesuai dengan karakter manusia dan mampu memberikan solusi kehidupan yang benar.
Islam sama sekali tidak mengabaikan naluri atau hawa nafsu manusia, tetapi mengatur pemenuhannya dengan tepat, termasuk naluri mempertahankan diri yang mendorong manusia mencari materi melalui usaha meraih ilmu pengerahuan dan teknologi.
Sehingga pernyataan bahwa agama adalah candu, penyebab kemunduran dan bertentangan dengan perkembagnan ilmu pengetahuan, sama sekali tidak berlaku dalam islam. Sejarah justru menunjukkan bahwa hampir semua kemajuan ilmu pengetahuan diraih kaum Muslim pada saat mereka berada dalam naungan hukum islam, bukan pada saat hukum islam dipisahkan dari kehidupan mereka.
Seperti yang terjadi pada masa Kekhilafahan Abbasiyah dimana saat itu ilmu pengetahuan berkembang pesat bahkan menjadi mercusuar peradaban dunia dan hingga saat ini dampaknya masih kita rasakan.
Beberapa contoh ilmuwan muslim yang terkenal adalah Abu Abdullah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi yang menemukan Aljabar, di bidang kedokteran ada Ibnu Sina yang menulis buku The Canon of Medicine dan Ibnu al-Nafis yaitu ilmuwan pertama yang mengungkapkan teori pembuluh darah kapiler, Ibnu Haitham yang terkenal sebagai pendiri optic modern dan masih banyak lagi.Â
Tujuan Hidup Manusia
Kebanyakan orang-orang yang beranggapan bahwa agama merupakan candu dan penyebab kemunduran adalah orang-orang yang gagal memahami hakikat sebuah kehidupan. Mereka tidak sadar bahwa dirinya diciptakan dan hidup didunia ini adalah karena ada yang menciptakan sekaligus memberikannya tugas yang harus dituntaskan.
Mereka pun tidak sadar bahwa manusia diciptakan begitu detail oleh Allah SWT mulai dari bagaimana bentuk hidung, mata, telinga berikut anggota badan lainnya yang apabila kita coba bandingkan dengan manusia lain tidak pernah terdengar adanya kesamaan 100%. Artinya Allah SWT menciptakan masing-masing individu manusia begitu detail dan tidak mungkin Allah SWT hanya sekedar menciptakannya saja tanpa kemudian membuat aturan dan tujuan untuknya dengan begitu detail pula.Â
Allah SWT berfirman,
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku". (QS. Adz Dzariyat: 56).
Menukilkan keterangan Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah di dalam Fath Al-Majid (hal. 17 cetakan Dar Ibnu Hazm), Al-'Imad Ibnu Katsir mengatakan, "Makna beribadah kepada-Nya yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. Sebab makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah ta'ala yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri, dan kepatuhan."