Mohon tunggu...
Marzuki Umar
Marzuki Umar Mohon Tunggu... Dosen - Dosen STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe

Penulis adalah Dosen STIKes Muhamadiyah Lhokseumawe

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Antara Tiga Pilihan

5 Januari 2024   21:36 Diperbarui: 5 Januari 2024   21:41 188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : Dokumen Pribadi

Oleh : Marzuki Umar

Detik-detik periode lama hentikan napas

Orang berlumuran pada putaran masa

Baca juga: Petuah Mimpi

Asam garam dijelmakan dalam taksiran

Lamunan tertata antara tiga pilihan

Papan reklame jadi santapan harian

Detik-detik periode lama hentikan napas

Baca juga: Anugerah Laut

Pemangku jabatan tuturkan perasaan

Baca juga: Kembang Harapan

Kepiawaian diusungkan bagai tawaran

Bumi ini bukan negeri kayangan

Undang-undang dibedaki buat kebijakan

Detik-detik periode lama hentikan napas

Performa tiga pilihan dekati rumah salon

Sikap persaudaraan dinukilkan bersahaja

Orang tak kenal digauli bagai kawan lama

Warung kopi pangkalan kubu sementara

Detik-detik periode lama hentikan napas

Janji-janji manis digelar di mana-mana

Tatakrama antara tiga pilihan digubah semata

Visi misi diumbar laksana hiburan

Detik-detik periode lama hentikan napas

Kaca mata pemilih kian bertukar lensa

Fotokopi KTP tentukan jumlah suara

Baju seragam disemat pembeda warna

Tahun Masehi 2023 telah berlalu

Jutaan kenangan kian membeku

Tahun Masehi 2024 di awal bertumpu

Antara tiga pilihan saling berpacu

Bulan Pebruari 2024 masa penentu

Ingatlah wahai para pencinta negeri

Memilih itu bukan karena angka

Penetapan calon bukan sebab nominalnya

Penunjukan pilihan bukan atas intimidasinya

Pencoblosan semata pada kecerdasan dan keadilannya! 

Medan, 5 Januari 2024

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun