Mohon tunggu...
Maryati
Maryati Mohon Tunggu... Lainnya - Selalu optimis dan menebar kebaikan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Ibu dari 4 orang anak, sebagai sinden dan pemandu "Upacara Adat Sunda" di Kepri. Pernah menjadi guru les/privat di rumah sendiri.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Merapah Nostalgia

28 Desember 2020   15:25 Diperbarui: 1 Januari 2021   14:48 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Merangkai kenangan masa silam
Engkau terjebak di malam kelam
Rasa ego hampir tenggelam
Angkara murka semakin menghitam
Patuh pada emosi yang menikam
Apakah api akan menghujam?
Harapan yang kian mendekam

Nostalgia membunuh harapan
Oleh jiwa rapuh tergoyahkan
Sampai pada titik keimanan
Tatkala datang penyesalan
Atau hanya sebagai penjelajah kenangan
Lantas jiwa siapa yang bertahan
Guna merapah sebuah penyesalan
Illahi Robbi selalu memaafkan
Akan hambanya yang kegelapan

Merapah = Menjelajah
Nostalgia = Kenangan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun