Mohon tunggu...
Marsha Odelia
Marsha Odelia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulawarman

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulawarman - Peneliti Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) FH UNMUL - Paralegal LKBH FH UNMUL

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Gelar dan Etika Akademik yang Kian Terpinggirkan

28 November 2024   15:03 Diperbarui: 28 November 2024   19:49 160
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bagi universitas atau lembaga pendidikan tinggi, penurunan akreditasi dan kasus penangguhan gelar ini harus menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat sistem pengawasan dan menegakkan kode etik akademik yang lebih ketat. Sementara itu, bagi mahasiswa, gelar akademik seharusnya bukan hanya dilihat sebagai simbol prestise atau alat untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi sebagai simbol dari sebuah perjalanan panjang yang mengedepankan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan kerja keras. Jika etika akademik dan nilai-nilai moral dijunjung tinggi dalam pendidikan, maka gelar yang diperoleh akan lebih bermakna dan bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat secara keseluruhan.

Kita harus kembali menegaskan pentingnya etika akademik dan nilai-nilai yang mendasarinya dalam setiap aspek kehidupan akademik. Gelar bukan hanya tentang apa yang kita peroleh pada akhirnya, tetapi juga tentang bagaimana kita memperoleh sesuatu tersebut dengan cara yang benar dan bermartabat. Tanpa penguatan etika dalam pendidikan, gelar akan kehilangan arti sejatinya. Jika kita terus mengabaikan nilai dan etika dalam dunia akademik, kita akan membentuk generasi yang hanya mengejar status tanpa memahami esensi dari ilmu pengetahuan dan pendidikan itu sendiri. Oleh sebab itu, sudah saatnya kita merenung dan mempertanyakan kembali, apakah kita ingin mengejar gelar semata ataukah kita ingin membangun integritas dan kontribusi nyata terhadap masyarakat dan ilmu pengetahuan. 

Jika kita terus terjebak dalam budaya yang hanya mengutamakan hasil tanpa memperhatikan proses yang benar, maka kita akan semakin jauh dari tujuan utama pendidikan, yaitu membentuk karakter dan kompetensi yang berlandaskan pada nilai dan etika yang kuat. Kita harus mengingat bahwa gelar akademik yang diperoleh melalui proses yang sah dan etis tidak hanya memberikan pengakuan pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmiah, sosial, dan moralitas masyarakat. Tanpa fondasi etika yang kokoh, pendidikan akan kehilangan arah dan hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan yang sempit, yakni status atau materi semata. 

Dengan demikian, menjaga integritas dan etika dalam dunia akademik adalah tanggung jawab bersama, baik dari pihak institusi, dosen, maupun mahasiswa. Ini adalah sebuah "upaya" untuk memastikan bahwa dunia pendidikan tetap menjadi sarana untuk menghasilkan generasi yang cerdas, bermoral, dan bertanggung jawab dalam membangun masyarakat yang lebih baik.  

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun