Surabaya, Januari 2025 -- Sebagai upaya mendukung pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Universitas Airlangga dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) berkolaborasi dengan Kader Surabaya Hebat (KSH) melaksanakan kegiatan pemantauan jentik nyamuk di beberapa wilayah RW 3 dan RW 4, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep. Kegiatan ini berlangsung pada tiga hari berbeda, yakni 10, 17, dan 24 Januari 2025.Â
Pemantauan Jentik di RW 3 dan RW 4Â
Kegiatan dimulai pada tanggal 10 Januari 2025 di RW 3 RT 2 dan RW 4 RT 1. Mahasiswa bersama KSH melakukan pemeriksaan langsung ke rumah-rumah warga untuk memantau keberadaan jentik nyamuk di kamar mandi, bak mandi, serta area yang memiliki potensi genangan air. Pemantauan ini semakin relevan mengingat musim hujan yang meningkatkan risiko berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.
Pada tanggal 17 Januari 2025, kegiatan serupa dilakukan di RW 3 RT 4, dan pada tanggal 24 Januari 2025, dilanjutkan di RW 4 secara lebih menyeluruh. Setiap rumah diperiksa oleh tim untuk memastikan tidak ada tempat berkembang biak bagi nyamuk. Selain kamar mandi, perhatian juga difokuskan pada area luar rumah, seperti pot tanaman, talang air, dan wadah penampungan air lainnya.Â
Pemberian Abate untuk Pencegahan
Selain melakukan pemantauan, mahasiswa dan KSH memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Warga juga dibekali dengan informasi tentang cara sederhana mencegah perkembangbiakan nyamuk, seperti menutup rapat tempat penampungan air, menguras bak mandi secara rutin, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air.Â
Untuk meningkatkan efektivitas pencegahan, tim membagikan abate, yaitu larvasida yang digunakan untuk membunuh jentik nyamuk. Abate diberikan secara gratis kepada warga dan dijelaskan cara penggunaannya yang aman. Warga diajak berkomitmen untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan di rumah masing-masing.Â
Feedback Warga akan Keterlibatan Mahasiswa
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Ibu Suryani, salah satu warga RW 3, menyampaikan, "Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Selain mendapatkan abate, kami juga jadi lebih sadar untuk rutin membersihkan genangan air di rumah."Â
Kader Surabaya Hebat juga mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa BBK UNAIR dalam kegiatan ini. "Dengan adanya mahasiswa, edukasi kepada warga menjadi lebih interaktif dan pesan-pesan kesehatan lebih mudah dipahami," ujar Bu Patmi, salah satu anggota KSH.Â
Upaya Mencegah DBD di Lingkungan Warga
Kegiatan pemantauan jentik ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya di musim hujan yang rawan penyakit. Mahasiswa BBK UNAIR berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh kolaborasi efektif antara perguruan tinggi, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Airlangga menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit.
 #BBKUNAIR2025 #UNAIRMengabdi #KesehatanMasyarakat #Jumantik #SurabayaHebat #PengabdianUntukBangsa
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI