Masalah dugaan korupsi dan ketidaksiapan fasilitas sebenarnya bukan hal yang baru dalam penyelenggaraan acara besar di Indonesia. Dalam beberapa ajang olahraga sebelumnya, meskipun tidak sebesar skandal di PON XXI, permasalahan serupa juga kerap terjadi, baik itu terkait transparansi anggaran maupun ketidaksiapan fasilitas.
Bagaimana Seharusnya Persiapan PON?
PON seharusnya menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul di bidang olahraga Indonesia, bukan ajang yang dirusak oleh ketidakprofesionalan dan dugaan korupsi. Untuk memastikan hal ini terjadi, persiapan PON harus dilakukan jauh hari dengan perencanaan yang matang, melibatkan ahli dan pihak yang berkompeten di bidangnya.
Beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk persiapan PON yang lebih baik di masa depan adalah:
Transparansi Anggaran: Anggaran untuk PON harus dikelola dengan transparan dan diawasi oleh lembaga independen. Semua pengeluaran harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pembangunan Infrastruktur Tepat Waktu: Pemerintah dan panitia harus memastikan bahwa pembangunan venue dan infrastruktur pendukung selesai jauh sebelum acara dimulai, dengan standar kualitas yang tinggi.
Pemenuhan Kebutuhan Atlet: Akomodasi dan menu atlet harus memenuhi standar gizi dan kenyamanan yang layak, sehingga atlet dapat bertanding dengan kondisi terbaik mereka.
Manajemen Transportasi yang Efisien: Transportasi bagi atlet dan ofisial harus dikelola dengan baik, dengan kendaraan yang layak dan jadwal yang tepat waktu.
Pendidikan dan Pelatihan untuk Panitia: Panitia harus mendapatkan pelatihan yang cukup dalam manajemen event olahraga besar, agar kesalahan-kesalahan yang terjadi di PON XXI tidak terulang.
Pelajaran dari PON XXI Aceh-Sumut
Kasus dugaan korupsi dan ketidaksiapan dalam penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut adalah pelajaran penting bagi penyelenggara PON di masa depan. PON bukan hanya sekadar acara olahraga, tetapi juga cermin dari integritas bangsa dalam mengelola ajang nasional. Pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk mencegah terjadinya penyimpangan serupa di masa depan.
Ajang olahraga seperti PON seharusnya menjadi panggung bagi prestasi, bukan untuk kepentingan segelintir pihak yang mencari keuntungan pribadi. Transparansi, akuntabilitas, dan persiapan matang adalah kunci agar PON di masa depan bisa benar-benar menjadi ajang yang membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.***MG