Mohon tunggu...
Marisa Fitri
Marisa Fitri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah salah satu mahasiswa semester 6. Saya memiliki hobi membaca dan menulis karya sastra.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen: Sandaran Hati yang Lara

17 Juli 2024   06:13 Diperbarui: 17 Juli 2024   06:47 15
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh sawah yang hijau, hiduplah seorang gadis bernama Putri. Putri adalah seorang gadis yang cantik dan baik hati. Dia tinggal bersama dengan neneknya karena orang tuanya telah meninggal dunia sejak dia masih kecil.

Putri adalah seorang gadis yang ceria dan selalu membantu orang lain. Dia selalu menjadi sandaran bagi orang-orang di sekitarnya, baik teman, keluarga, maupun tetangga. Dia selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah mereka dan memberikan solusi.

Namun, di balik keceriaannya, Putri menyimpan rasa sedih yang mendalam. Dia selalu merasa kesepian dan rindu kasih sayang orang tuanya. Dia sering termenung di malam hari, memikirkan bagaimana rasanya memiliki orang tua yang lengkap.

Suatu hari, Putri bertemu dengan seorang pemuda bernama Rian. Rian adalah seorang pemuda yang tampan dan baik hati. Dia baru saja pindah ke desa Putri bersama dengan keluarganya.

Putri dan Rian langsung menjadi teman baik. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, bermain di sawah, dan berenang di sungai. Putri merasa nyaman dan bahagia bersama Rian. Dia merasa Rian adalah orang yang bisa dia percayai dan sandari.

Seiring waktu, Putri dan Rian semakin dekat. Mereka saling jatuh cinta. Laras merasa bahagia sekali. Dia akhirnya menemukan orang yang bisa mencintainya dan menjadi sandaran hatinya.

Namun, kebahagiaan Putri tidak berlangsung lama. Rian harus pergi meninggalkan desa untuk melanjutkan studinya di kota. Putri sangat sedih. Dia tidak ingin Rian pergi, tetapi dia tahu bahwa Rian harus mengejar mimpinya.

Rian berjanji kepada Putri bahwa dia akan kembali setelah menyelesaikan studinya. Putri hanya bisa berharap dan berdoa agar Rian menepati janjinya.

Bertahun-tahun berlalu, tetapi Rian tidak pernah kembali. Putri terus menunggunya, tetapi dia mulai kehilangan harapan.

Suatu hari, Putri mendengar kabar bahwa Rian telah menikah dengan wanita lain di kota. Putri sangat sedih dan hancur. Dia merasa hatinya telah hancur berkeping-keping.

Putri tidak tahu harus bagaimana lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dia merasa kehilangan sandaran hatinya. Dia merasa kesepian dan sendirian.

Namun, Putri tidak ingin menyerah. Dia tahu bahwa dia harus kuat dan terus menjalani hidupnya. Dia mulai mencari sandaran hati yang baru.

Putri mulai kembali aktif di komunitas desa. Dia membantu orang-orang yang membutuhkan dan menjadi relawan di berbagai kegiatan sosial. Dia mulai menemukan kebahagiaan dalam membantu orang lain.

Perlahan-lahan, Putri mulai melupakan Rian. Dia mulai menemukan sandaran hati yang baru dalam diri orang-orang di sekitarnya. Dia belajar bahwa dia tidak bisa selalu bergantung pada orang lain untuk kebahagiaannya. Dia harus belajar untuk menjadi kuat dan mandiri.

Putri akhirnya menemukan kebahagiaan yang sejati. Dia belajar bahwa dia bisa hidup bahagia tanpa harus bergantung pada orang lain. Dia belajar bahwa sandaran hati yang paling sejati adalah dirinya sendiri.

Sumbawa, 17 Juli 2024

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun