Mohon tunggu...
Abi Wihan
Abi Wihan Mohon Tunggu... Guru - Teacher

A Great Teacher is Inspiring

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Sepiku

3 Agustus 2024   08:08 Diperbarui: 3 Agustus 2024   08:16 84
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

SEPIKU

Hidupku sunyi, teramat sunyi

Malam menyelimuti

Aku berteriak pilu

Terkurung dalam kesendirian kamar

Aku marah pada diriku sendiri.

Saat ini rindu sahabatku untuk mengadu

Kesunyian memeluk erat kenangan masa lalu

Seketika bayangan datang mengejar, aku memanggilnya

Namun, aku terduduk dan tertunduk dalam linangan air mata

Dalam ketakutan, tiba-tiba aku teringat akan Tuhan

Aku tersedu, semakin tersedu

Tuhan! Tuhan! Tuhan!

Hanya Tuhan yang dapat mendengar sepiku

- - - - - - -

Creator by Abi Wihan

Aceh Tamiang, 03 Agustus 2024

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun