Belum afdol rasanya kalau berkunjung ke Jogja tapi belum mencicipi makanan hits 'mandatory' turis Jogja, tak lain dan tak bukan adalah Sate Ratu.
Sudah 21 tahun tinggal sebagai warlok (warga lokal) Jogja, tapi saya justru belum pernah merasakan kuliner hits Sate Ratu. Akhirnya, berbekal perasaan fomo, saya ditemani seorang teman berangkat untuk mencicipi Sate Ratu pada 11 Mei 2023. Pukul 13:30 WIB kami sampai di lokasi Sate Ratu yang terletak di Jl. Sidomukti, Tiyasan, Condong Catur, Depok, Sleman, DIY. Tepat saat kami memarkirkan motor, tiba-tiba hujan turun membuat kami langsung cepat-cepat berlari masuk ke resto.
Ketika tiba di pintu resto, aroma sate yang dibakar sudah langsung tercium. Kami langsung disambut oleh satu staf pelayan berseragam dan bercelana kain hitam, serta dilengkapi HT di tangan. Pelayan tersebut menyapa dan langsung menanyakan kebutuhan kursi,
"Selamat siang, selamat datang di Sate Ratu. Untuk kebutuhan berapa orang, ya Kak?"
Saya pun menjawabnya butuh meja untuk dua orang dan pelayan itu pun langsung berbicara melalui HT untuk menanyakan ketersediaan meja.
"Untuk mejanya hanya tersisa satu di smoking area, Kak." Jawabnya sambil menunjuk ke arah meja berada.
Tanpa berlama-lama, kami pun langsung menyetujuinya.
"Baik, Kak, saya antarkan."
Suasana saat itu ramai semua meja terisi penuh karena bertepatan dengan jam makan siang. Namun, ramainya pengunjung masih terlihat teratur dan kondusif karena pelayan yang cepat tanggap melayani serta mengarahkan. Riuh ramai suara para pengunjung yang mengobrol dan suara aktivitas dapur yang terdengar mewarnai suasana restoran, ditambah suara lagu samar-samar terdengar dari speaker di tiap sudut ruangan.
Sekitar lima belas menit kami menunggu, pesanan pertama datang, yaitu dua nasi putih. Disusul dua porsi sate ayam merah datang sekitar empat menit kemudian. Selama kami menunggu pesanan lengkap, pelayan bolak-balik menghampiri meja kami untuk memastikan kelengkapan pesanan kami.
Satu porsi sate ayam merah berisi lima tusuk sate. Sementara satu tusuk satenya mengandung daging ayam dengan potongan yang besar-besar dan kulit ayam yang juicy.
Tiba lah di moment of truth dari rasa Sate Ratu yang hits ini. Gigitan pertama langsung disambut oleh daging ayam yang sangat empuk dan rasanya pedas manis seperti namanya Sate Ayam Merah. Namun, rasa pedasnya masih pada batas wajar yang bisa dinikmati lidah. Bagi saya, satu porsi sate ayam merah ditambah nasi putih sudah cukup mengenyangkan perut yang sebelumnya kelaparan.
Setelah lidah dimanjakan oleh kenikmatan sate ayam merah, kami pun menuju ke kasir untuk membayar. Sampai di kasir, terdapat banyak foto, para pengunjung mancanegara yang berasal dari 85 negara, dipajang di satu tembok full.
Kami juga bertanya gimana, sih cara pembuatan sate ayam merah yang kita pesan. Lalu Staf kasirnya menjelaskan dengan ramah,
Sate ayam merah dibuat dengan potongan daging ayam dari bagian yang spesifik, dipotong besar-besar, direndam dengan bumbu khas Sate Ratu dan dibakar tanpa menyentuh besi panggangan, menghasilkan sate yang lembut, juicy, dan bercita rasa tinggi.
Rasanya ingin mengulik lebih dalam tentang keunikan Sate Ratu ini, tetapi tidak sadar ternyata antrian di belakang kami sudah mengular.
Overall, selain cita rasanya yang sudah tidak diragukan, pengalaman berkesan tercipta saat mengunjungi Sate Ratu akibat mendapat pelayanan mengejutkan. Memang pantas rasanya jika Sate Ratu dikenal sebagai makanan hits-nya Jogja bahkan sampai viral, selain pemasaran yang digaungkan cukup besar-besaran dengan melibatkan pengunjung untuk menyebarkannya, pelayanan yang diberikan juga profesional dan memuaskan. Jarang rasanya ada restoran kelas menengah dengan pelayanan yang total layaknya restoran kelas atas. Kali ini sudah lengkap rasanya telah mencicipi Sate Ratu, dan sudah resmi tergabung jadi orang hits-nya Jogja.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI