Ketika amarahnya meledak bak letusan merapi,
Engkau memilih diam agar terlihat tangguh
Ketika teriakannya memekakan telingga,
Engkau memilih membisu dari pada berkata
Ketika ia melayangkan belati di dadamu,
Engkau memilih pasrah dan tetap tegar
Walau engkau tertusuk dan terluka
Ketika ia memilih pergi dari pada tinggal,
Engkau tetap menanti walau ia tak kembali
Engkau tahu, kini tak ada lagi kepastian darinya.
Tetapi engkau memilih untuk tetap kuat dari pada mengelu
Engkau tak butuh dikasihani
Namun nyaman bila memikulnya sendiri
Engkau, seolah-olah memiliki citra diri yang kuat
Namun engkau terlampau sakit
Perih yang ditinggal pergi
Dan kau masih menanti yang tak pasti
Engkau pun tahu engkau tak bahagia
Engkau masih saja, berpura-pura dalam kerapuanmu
Engkau juga tak melepaskan atau membiarkannya
Namun engkau tetap merangkulnya kembali
Agar ceritamu tak habis disitu
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI