Mohon tunggu...
Margining Dyah
Margining Dyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hello :)

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Belajar Sambil Mendengarkan Musik, Bikin Fokus atau Malah Bikin Gak Fokus?

17 Desember 2022   14:42 Diperbarui: 17 Desember 2022   14:59 112
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Siapa nih yang biasanya mendengarkan musik jadi lebih semangat? Atau musiknya jadi temen buat kalian belajar? Nahh kita akan membahas sebenarnya belajar sambal mendengarkan musik ini bikin kita fokus belajar atau malah pikirannya kemana-mana atau malah bikin kamu jadi ikutan bernyanyi? Simak yuk,

Sebenarnya kita itu bisa mendengarkan musik di semua situasi loh, gaess. Kita bisa mendengarkan musik di saat kita bersantai, acara pesta, di cafe, bahkan sambil belajarpun kita juga bisa mendengarkan musik.

Sering kita jumpai di berbagai tempat, orang bisa mendengarkan musik bahkan di saat ia sedang membaca buku namun bukan berarti kita tidak fokus membaca buku.

Belajar sambil mendengarkan musik itu juga termasuk di dalam gaya belajar loh, teman-teman.

Jadi bukan hanya sekedar mendengarkan musik yang asal-asalan, justru mendengarkan musik sambil belajar sudah termasuk ke dalam jenis gaya belajar yang di mana seseorang dapat belajar dengan caranya masing-masing.

Dilihat dari cara belajar masing-masing individu yang berbeda, jadi setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menerima atau memperoleh informasi yang dituangkan dalam perbedaan gaya belajar yang dimiliki seseorang.

Gaya belajar yang menggunakan musik merupakan gaya belajar auditori. Gaya belajar auditori ini sendiri memiliki arti cara belajar seseorang yang cenderung mengutamakan pendengaran seperti suka belajar di saat mendengarkan materi dari suara guru ataupun musik yang digunakan sebagai alat pendukung konsentrasi belajar.

Di sisi lain, musik dapat dijadikan sebagai alat pendukung konsentrasi belajar dikarenakan musik ini dapat mempengaruhi kinerja otak manusia termasuk manusia tersebut bisa konsentrasi atau lebih nyaman belajar apabila mendengarkan musik.

Peran musik berpengaruh pada otak dikarenakan musik dapat menjadi terapi bagi otak. Salah satu alasannya yaitu seseorang bisa mendengarkan musik yang nantinya akan merasakan otak mengalami relaksasi atau kenyamanan ketika kita mendengarkan yang membuat kita konsentrasi sehingga dapat membantu proses belajar kita supaya tidak terlalu kaku atau bisa lebih santai lagi karena seseorang apabila mendengarkan musik akan mengurangi hormon stres yang ada di dalam tubuh dan orang yang mendengarkan musik pada saat mengalami panik atau grogi maka akan lebih cepat tenang daripada tidak mendengarkan musik atau mendengarkan instrumen.

Menurut Scen Alert, musik juga dapat membuat cerdas otak kita karena musik ini membantu seseorang dalam kepekaan otak supaya fungsi-fungsi otak ini bekerja secara baik dan teratur. Seseorang yang mendengarkan musik mulai sejak dini juga cenderung lebih bisa mengingat memori yang ada di otaknya. Seseorang jika ahli dalam musik maka ia memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal membaca karena pada saat kanak-kanak, seseorang terlebih dahulu mendengarkan sesuatu entah itu musik ataupun perkataan orang tua dibandingkan anak-anak tersebut menulis dan membaca.

Selain itu, musik juga digunakan sebagai alat pengendali emosi seseorang. Karena, mendengarkan musik dapat mengurangi rasa cemas yang terjadi di dalam diri kita yang menyebabkan kita sulit untuk mengendalikan suasana hati. Dengan mendengarkan musik, suasana hati kita akan cenderung baik atau stabil apabila kita mengalami kecemasan.

Adanya musik juga mempengaruhi ketrampilan seseorang, loh. Misalkan ada seseorang yang bisa bermain gitar maka yang bekerja adalah tangan dengan otak mengikuti irama lagu yang dimainkan. Keseimbangan antara tubuh yang bergerak untuk menghasilkan musik dengan kita mendengarkan irama, maka anggota tubuh kita akan secara peka mengkoordinasi keduanya dengan seimbang.

Timbul rasa empati adalah pengaruh dari musik juga. Seseorang yang memiliki rasa empati hatinya jauh bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Dengan adanya kita mendengarkan music, dengan lirik yang kita dengar, maka kita juga bisa merasakan apa yang penulis lagu rasakan yang telah dituangkan di musik tersebut, sehingga seseorang akan lebih memiliki rasa empati yang tinggi ketika ia peka dengan pendengaran dan tingkat emosionalnya.

Jadi, dengan adanya beberapa macam gaya belajar tidak akan mempengaruhi prestasi, focus atau tidaknya seseorang dalam belajar terutama gaya belajar auditori. Gaya belajar auditori memang membicarakan tentang cara belajar yang menggunakan musik namun belum tentu orang tersebut juga bisa bermain alat music atau ahli dalam seni music. Hanya saja, orang tersebut lebih memiliki cara tersendiri untuk belajar atau menangkap informasi.

Keberhasilan atau prestasi seseorang akan ditentukan oleh seseorang itu sendiri, ia akan sellau memperhitungkan rencana, usaha yang sungguh-sungguh, dan tanggungjawab yang akan cenderung memperoleh hasil yang baik. Gaya belajar yang lain pun juga akan membawa seseorang ke jalan kesuksesan jika seseorang melakukannya dengan sungguh-sungguh. So, kalian juga berhak menentukan mana gaya belajar yang cocok buat kalian loh, gaess.. asal kalian nyaman belajar dan mampu menangkap informasi dengan tepat.

Sumber :

Imro'atul Hasanah. "Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Akuntansi pada Kompetensi Dasar Jurnal Khusus di SMK Neegeri 1 Jember Semester Genap Tahun Ajaran 2017/2018". Dalam Jurnal Ilmu Ilmiah Pendidikan. Volume 12 Nomor 2. 2018

Doan Pardede. 2021. "Belajar Sambil Mendengarkan Musik Sebenarnya Baik atau Tidak? Kenali Lebih Jauh Gaya Belajar Auditori". https://kaltim.tribunnews.com/2021/11/30/belajar-sambil-mendengar-musik-sebenarnya-baik-atau-tidak-kenali-lebih-jauh-gaya-belajar-auditori. Diakses pada tanggal 11 Desember pukul 17.12

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun