Mohon tunggu...
Marcko Ferdian
Marcko Ferdian Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pencinta Monokrom dan Choir

Love what you have || Kompasianer pemula

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Pentingnya Bakau bagi Kelestarian Pasir Pantai

4 Juni 2022   02:00 Diperbarui: 8 Juni 2022   02:10 1188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sepertiga dari garis pantai global ditempati oleh pantai berpasir dimana sebagai negara dengan panjang garis pantai terbesar, Indonesia memiliki pesona wisata bahari dengan pantai berpasir putih yang bernilai sosial ekonomi tinggi.

Nilai sosial ekonomi ini berhubungan dengan rekreasi, pariwisata dan ekosistem. Selain merupakan penghubung antara lautan dan daratan, pantai memberi perlindungan dari badai laut serta angin topan.

Namun keindahan dan perlindungan tersebut terancam, dimana setengah dari pantai berpasir di dunia berpotensi hilang di akhir abad ini akibat erosi dan kenaikan permukaan laut.

Global hotspot of beach erosion/by by Arjen Luijendijk/Sumber: www.researchgate.net
Global hotspot of beach erosion/by by Arjen Luijendijk/Sumber: www.researchgate.net

Hasil Studi Berskenario

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Nature Climate Change menunjukkan beberapa negara akan kehilangan sekitar lebih dari 60 persen garis pantai berpasir. Kemungkinan hal ini juga berpotensi menghilangkan teritorial satu negara, jika tidak dilakukan antisipasi dengan menetapkan titik pangkal garis teritorial.

Dalam studi tersebut skenario yang digunakan adalah dengan perhitungan mitigasi emisi gas rumah kaca moderat dan emisi tinggi. Selain itu tim peneliti juga menganalisa data satelit 35 tahun terakhir yang menunjukkan tren perubahan garis pantai.

Perubahan ini terjadi disebabkan karena kenaikan permukaan air laut, erosi dan juga faktor lain seperti penambahan populasi dan pembangunan wilayah pesisir yang tidak memperhatikan efek lingkungan.

Kehilangan pantai berpasir ini diperparah dengan pembangunan pemukiman yang memanfaatkan pasir pantai sebagai material campuran semen sehingga eksploitasi pasir pantai terjadi sangat masif, berlebihan dan tidak terkontrol.

Dari studi tersebut, tim memproyeksikan di tahun 2050, pantai di dunia akan hilang sebanyak 13-15 persen yang artinya sekitar 40 km lebih garis pantai hilang. Sementara 50 tahun berikutnya yakni 2100, panjang garis pantai yang hilang sekitar 131, 745 km.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun