Mohon tunggu...
Ardy Baidhowy
Ardy Baidhowy Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Tulisan biasa

Ha?

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Bumi Bulan

8 Desember 2019   12:25 Diperbarui: 8 Desember 2019   12:30 49
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Lantas kenapa? Menurutmu aku juga harus melukainya balik, begitu?
Tidak, aku tak mau."

"Kenapa? Kau terlalu dibutakan, Bulan. Lihat dirimu. Kau diperlakukan seenaknya sendiri, tapi tetap memilih diam. Lelaki macam apa kau ini?"

"Aku lelaki yang mencintai Bumi. Mana mungkin aku bisa melukainya dengan sengaja walau hanya segores?
Perihal dia melukaiku sebegitu parahnya, ya itu urusan dia. Aku sebagai pecinta hanya bisa menerima. Aku cukup menerimanya saja, tanpa perlu membalasnya. Perihal balasan, aku hanya berharap dia sadar dikemudian hari. Bahwa ada aku yang selalu menjaganya, ada aku yang selalu memperindahnya dan menghiburnya di waktu tergelapnya. Ada aku yang tak pernah merendahkannya. Cukup itu saja. Dia tak perlu merasakan apa yang ku rasakan."

"Sebenarnya kau itu apa? Kenapa sebegitunya?"

"Aku Bulan. Pendamping Bumi sampai kami berdua ditakdirkan hancur dan mati."

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun