14 Februrari 2024, pemilu Indonesia dilaksanakan. Sebelum pelaksanaan pemilu ini, masyarakat Indonesia sudah dihadirkan 5 kali debat antara capres dan cawapres. Capres dan cawapres tersebut tentunya memiliki visi misi yang bisa membawa pada kemajuan negeri ini. Ada hal yang menarik dengan misi paslon nomor urut 2 dan 1. Salah satu misinya adalah melanjutkan pembangunan IKN vs pengembangan 40 kota setara Jakarta.
Misi paslon nomor urut 2 yaitu melanjutkan pembangunan IKN, tetapi apa itu IKN? IKN (Ibu Kota Nusantara) merupakan calon ibu kota baru bagi Indonesia, IKN ini terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.Â
IKN adalah salah satu proyek strategis nasional yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. IKN Nusantara direncanakan akan diresmikan pada 17 Agustus 2024, bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke --79. Tujuan dari pemindahan ibu kota ini sebagai simbol identitas nasional, kota berkelanjutan dunia dan penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.Â
Selain itu, sebagai upaya pemerintah dalam mendukung pemerataan kesejahteraan, meningkatkan distribusi layanan publik, dan memperkuat kehadiran dan peran pemerintah.
Misi paslon nomor urut 1 yaitu pengembangan 40 kota setara Jakarta, program ini merupakan salah satu cara untuk mengefektifkan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia. Misi ini sudah dipetakan daerah mana saja yang akan dikembangkan untuk menjadi kota setara Jakarta, terbentang dari Banda Aceh hingga Jayapura. Pengembangan yang dimaksudkan pada hal yang bersifat urgensi seperti transportasi publik, ketersediaan air bersih dan sekolah.
Mari kita bahas kedua anggaran dari kedua misi tersebut. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan, proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) membutuhkan anggaran Rp 466 triliun.Â
Sumber dana IKN yaitu APBN sebesar Rp 90,4 triliun, Badan usaha/swasta sebesar Rp 123,2 triliun, dan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) Â sebesar Rp 252,5 triliun. Data tersebut bersumber dari Otoritas IKN.Â
Sedangkan pengembangan 40 kota setara Jakarta membutuhkan Rp 5 triliun  untuk 1 kota pertahun, dengan Rp 200 triliun untuk seluruh kota pertahun. Sumber dana 40 kota setara Jakarta yaitu Anggaran Infrakstruktur pada tahun 2024 sebesar Rp 422,7 triliun. Data anggaran bersumber dari statement cawapres nomor urut 1
Dari anggaran di atas, dijelaskan untuk membangun IKN memiliki dana yang cukup besar dibandingkan 40 kota setara Jakarta. Hal ini wajar karena IKN dibangun dari lahan kosong/ hutan produksi yang diubah menjadi sebuah ibu kota sehingga membutuhkan biaya yang besar.Â
Selain itu, IKN juga akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru, yang mana akan menarik banyak pendatang baru yang akan/ingin menetap di IKN , dan pemerintah perlu memberikan perhatian lebih karena IKN ini berbasis alam, sehingga tingkat pelestarian terhadap alam sekitar perlu diketatkan.
Sementara untuk pengembangan 40 kota setara Jakarta, hanya perlu meningkatkan level kota kota yang sudah ada agar setara Jakarta. Hal ini berdampak baik, karena 40 kota yang tersebar merata tersebut dapat mengurangi ketimpangan antar daerah satu dengan lainnya, Tetapi hal ini pun perlu dikaji ulang, sebab 40 kota yang ditunjuk pasti memlilki kendala yang dihadapi, misalnya dari bidang sosial budaya masyarakat, letak geografis wilayah, morfologi, dan juga sumber pendanaan.
Dapat kita simpulkan bahwa kedua misi ini memiliki plus minus masing masing, tetapi semua yang dijabarkan tentunya demi kemajuan negara Indonesia.
"Berbeda pilihan hanya sementara, Persaudaran sebangsa untuk selamanya"
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H