Mohon tunggu...
dimas fath
dimas fath Mohon Tunggu... -

simple person

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Belajar Dari Keterbasan

4 Januari 2015   14:07 Diperbarui: 17 Juni 2015   13:51 49
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hal yang pertama yang mungkin terlintas di benak anda saat melihat fhoto ini adalah "mengeksploitasi", ini memang tak terbantahkan karena obyek yang anda lihat adalah sesuatu yang memperlihatkan kekurangan fisik seseorang. Meski demikian tak telintas dalam benak saya untuk mengeksploitasi makhluk Tuhan seperti apapun bentuk dan rupanya. Ini sebagai pembelajaran dan media introspeksi bagi saya, agar senantiasa bersyukur atas karunia yang telah Tuhan anugerahkan dengan segala kesempurnaannya, memotivasi diri agar senantiasa peduli dengan keberadaan sesama di sekitar kita, karena kita tidak hidup sendiri, kita hidup berdampingan dimana satu dengan yang lainnya hendaknya saling peduli.
Kembali melihat fhoto ini, sepertinya kita tersadar bahwa kita kita adalah insan Tuhan yang paling beruntung, kita terlahir sebagai sosok sempurna dikarunia Tuhan tanpa ada kurang, cacat dan celanya. Benar-benar ini adalah sebuah aneugerah yang patut kita syukuri. Tiada alasan bagi untuk mengingkari Maha Sempurnanya Sang Pencipta yang telah menciptakan kita dengan kesempurnaan yang ada.
Dan dia...yang terlahir dengan kekurangan yang ada merupakan sosok pilihan yang Tuhan ciptakan untuk melengkapi ciptaannya. Dia memang terlahir dalam keterbatasan, tapi Tuhan telah anugerahkan kelebihan yang luar biasa agar dia kuat, sabar dan tegar menjalani hidupnya.
Dalam pandangan kita dia adalah sosok yang rapuh, sosok yang harus dikasihani karena keberadaannya, tapi tidak demikian adanya...karena dibalik kekurangan yang dia milikki dia sosok yang hebat, sosok yang kuat, tegar dan tabah menjalani hidupnya. Tak pernah dia mengeluh meski harus melewati hari yang berat, tak pernah berkeluh kesah meski hidup dalam keterbatasan. Sungguh teladan untuk kita yang terlahir sempurna yang masih saja mengeluh dan berkeluh kesah karena beban hidup. Kita mesti malu karena dia yang terlahir dalam keterbatasan masih tetap berdiri tegar dengan segala permasalahan hidupnya.
Di ujung catatan ini terlantun untaian doa, semoga Tuhan senantiasa memberinya kekuatan, ketabahan dan kesabaran padanya dalam menjalani hidupnya, diberikan kemudahan di setiap urusannya, diberikan sinar terang pabila dia dalam kegelapan. Tuhan senantiasa akan memuliakannya dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang, semoga...

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun