Iran Mengancam Meningkatkan Stok Uranium
Pada 1 Juli lalu, Iran mengumumkan stok uranium telah melampaui yang telah ditetap dalam "Perjanjian Nuklir Iran" 300 kg dan akan menembus 3,67% mulai 7 Juli.Â
Sebagai tanggapan untuk ini, Trump memperingatkan Iran jangan coba-coba "bemain api". Senator senior AS, Graham memperingatkan jika Iran terus melakukan pengayaan uranium, itu akan memicu perang antara Israel dan Iran.
Menurut "Tehran Times" Iran pada 3 Juli, Rouhani memberi jawaban keras atas tuduhan Trump bahwa Iran "bermain api", dengan mengatakan jika takut "api" janganlah "main api". Rouhani menekankan hanya kembali ke komitmen dan resolusi Dewan Keamanan PBB barulah "api besar" ini dapat dipadamkan.
Para pejabat senior Iran juga mencemooh AS dan Israel. Selama wawancara dengan TV berita Iran dan Arab, subkomite nuklir parlemen Iran, Mojtaba Zonnour, memperingatkan AS dan Israel bahwa jika AS menyerang Iran, kehidupan Israel hanya akan menjadi hanya tinggal Setengah Jam
Menurut surat kabar "Express" Inggris pada 1 Juli, AU-Israel telah mengirim beberapa jet tempur pada dini hari untuk menyerang target militer Iran di Suriah.
Tampaknya Iran akan menjadikan Israel sebagai "sandera", namun apakah akan bermanfaat?
Kuncinya memang Israel berada di garis depan dalam proses menghadapi Iran, sedang Israel sebenarnya merupakan titik pusat AS untuk kegiatan dan menguasai seluruh Timteng.
Karena AS tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri untuk mempertahankan keseimbangan strategis di Timur Tengah, maka AS perlu memiliki beberapa negara tumpuan, dan negara tumpuan ini adalah Israel.
Kali ini, dapat dikatakan sasaran ancaman Iran sangat akurat, untuk menunjukkan bahwa mereka tidak lemah.
Namun apakah mungkin Iran dapat menghabisi Israel?