Kesehatan mental dan prestasi akademik peserta didik memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. Kesehatan mental yang baik membantu peserta didik untuk lebih fokus, memiliki motivasi yang kuat, dan kemampuan untuk mengatasi stres akademik.Â
Sebaliknya, masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, atau stres kronis dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi energi, dan menurunkan motivasi belajar, yang berdampak negatif pada prestasi akademik. Misalnya, seorang siswa yang mengalami kecemasan berlebihan mungkin kesulitan dalam menghadapi ujian atau tugas sekolah, yang mengakibatkan penurunan nilai dan kinerja akademik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Siswa dengan tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang rendah cenderung memiliki nilai akademik yang lebih tinggi.Â
Sebaliknya, siswa dengan masalah kesehatan mental yang tinggi menunjukkan penurunan prestasi akademik. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kesehatan mental yang baik berkontribusi pada peningkatan konsentrasi, motivasi, dan efikasi diri dalam belajar.
Oleh karena itu, sekolah dan lembaga pendidikan perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan psikologis siswa melalui program bimbingan dan konseling, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Upaya pencegahan dan intervensi dini terhadap masalah kesehatan mental di kalangan siswa dapat membantu meningkatkan prestasi akademik mereka.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H