[caption id="attachment_145839" align="alignleft" width="240" caption="pos 1 km45 kambuna mount"][/caption]
Belum lama berselang semenjak pulang dari pencarian teman pecinta alam yang hilang di gunung kambuna sekitar 5 bulan yang lalu, saya belum menyempatkan diri untuk memposting tulisan tentang pengalaman dalam pencarian pada waktu itu, Baru hari ini bisa dan tiba-tiba terpikirkan.
Tepatnya pada tanggal 12 januari 2010 jam 11:00 wita. kami bertiga (Gips, cudink dan saya sendiri) yang tergabung dalam organisasi pecinta alam( kpa pals luwu utara ) berangkat dari posko induk menuju desa malimbu, sesaat setelah melaporkan diri di posko induk kami melanjutkan perjalanan ke desa mangkaluku( desa terakhir menuju ke kaki gunung kambuna). [caption id="attachment_145840" align="alignleft" width="158" caption="tanjakan terus.."][/caption] Sewaktu dalam perjalanan kami bertemu rombongan team 2 yang tergabung dalam kpa dan sar yang ada di wilayah luwu raya, diantaranya kpa Akar palopo, lereng palopo dan sar malili. saya pun berbicara kepada ketua team 2 kalau kami bertiga ingin mengajukan diri bergabung di team mereka, mereka pun sangat senang kalau kami bergabung. katanya sih "mereka sangat senang kalau kami bergabung di team mereka kan lebih banyak lebih bagus lagi " . [caption id="attachment_145841" align="alignleft" width="210" caption="puncak 2950 mdpl( cudink pals dan muh ismhail al syaleh)"][/caption] Setelah menempuh perjalanan kira-kira jaraknya 20 km atau selama 8 jam perjalanan, kami pun tiba di desa mangkaluku pada malam itu. Ternyata di desa itu sudah ada gabungan team 1 yang tergabung beberapa organisasi pecinta alam (kpa) yang terlebih dahulu tiba, kami pun istirarahat bersama di tempat team 1 juga istirahat. ke esokan harinya setelah packing kami pun melanjutkan perjalanan, perjalanan yang kami akan lewati treknya sangat susah separuh perjalanan treknya nanjak sampai-sampai tidak ada bonus (ibaratkan jalan yang rata) sedikit pun, sekitar jam 11:00 malam kami pun tiba di km41 dan kami isterahat di tempat itu. ke esokan harinya kami pun melanjutkan perjalanan menuju pintu rimba km 45, sekitar jam 4 sore kami telah tiba di camp air atau camp pemburu (shelter) pos 3 gunung kambuna. ternyata ke 5 teman yang hilang itu menyimpan barang mereka di pos 3 tersebut dan pada saat itu kami menyatakan kalau ke 5 pendaki ini hilang kami pun baik team 1 dan 2 sepakat untuk camp di pos 3 pada saat itu. Pada malam itu kami pun briefing ( team 1 dan 2 ) hasil brifing pada malam itu, sepakat kalau sistem pencarian esok yaitu pencarian dari puncak menyisir ke bawah. keesokan harinya kami berangkat ke puncak. kira-kira jam 9 pagi cuaca pada saat itu sangat mendukung, setelah melewati beberapa pos kami pun tiba di puncak. [caption id="attachment_145846" align="alignleft" width="210" caption="pada saat pencariaan"][/caption] Hasil dari penyisiran ke puncak mendapat titik terang kalau ke 5 pendaki hilang ini ternyata tiba di puncak, karena di temukannya beberapa bekas bungkusan, kemungkinan mereka ( 5 pendaki yang hilang) menyempatkan ngopi di puncak karena di dapatkannya bukti bekas bungkusan kopi mereka. Setelah beberapa saat di puncak kami menyisir ke bawah dan lagi-lagi menemukan bekas bungkusan makanan mereka. Tempat di mana ditemukan bungkusan tersebut menuju arah selatan atau arah ke kiri apabila dari puncak, dan arah tersebut bukan arah sebenarnya menuju pos-pos yang ada (dalam arti mereka kesasar). jarak di temukannya bungkusan tersebut sekitar 1 km dari puncak menuju ke selatan. kami pun berhenti melanjutkan pencarian pada saat itu karena hari sudah sore dan tiba tiba cuaca pun memburuk. kami pun bergegas menuju pos 3 dan lanjut ke km45 atau pos 1. pada malam itu handpone saya berbunyi saya pun kaget pada malam itu di sini gag ada signal ko bisa berdiring ternyata yang berdiring itu pengaturan jam ulang tahun keponakanku tepatnya pada hari itu. Dan saya kerpikiran pada malam itu kalau se tahun yang lalu kami melakukan pendakian ke gunung kambuna, pada pendakiaan tersebut kami tidak tembus ke puncak karena cuaca yang buruk pada waktu itu, kemudian pengalaman pendakiaan itu sempat saya buatkan tulisan di kompasiana pas setahun yang lalu, dan itu postingan pertama saya setelah bergabung di kompasiana. sy pun ingat di akhir tulisan tersebut ada yang kata bertuliskan "Mungkin inilah yang di sebut kesuksesan yang tertundah, mungkin suatu saat nanti aku akan menginjakan kaki di puncaknya, puncak GUNUNG KAMBUNA(2.950 mdpl)". judul tulisan saya itu adalah"Anak Pemberani dan “Kesuksesan yang Tertunda” Mungkin Tuhan mendengarkan doa yang tertulis pada postingan tersebut. meskipun saya menginjakan kaki puncak gunung kambuna tanpa melakukan pendakian yang terencana (pikirku pada waktu itu) [caption id="attachment_145851" align="alignleft" width="210" caption="foto bareng team 1 dan 2 di puncak"][/caption] ke esokan harinya teman- teman dari basarnas sar , kpa dan mapala tiba di km 45, mereka melanjutkan pencarian. kami pun dan beberapa teman yang lain baik dari team 1 dan 2 mundur ke desa mangkaluku karena kondisi badan yang tidak memungkinkan melanjutkan pencarian.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H