Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru - Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Catatan dari Balik Gerbang Sekolah untuk Para Guru (Guepedia, 2022); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Lisan, Tangan, dan Hijrah

14 April 2022   20:22 Diperbarui: 14 April 2022   20:33 957
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kitab Shahih Bukhari (sumber: muslim.or.id)

Keempat, jangan berprasangka buruk (suuzan), meskipun tidak semua prasangka buruk itu dilarang. Ada suuzan yang boleh, bahkan harus. 

Misalnya, jika ada tamu yang tidak dikenal,maka kita perlu suuzan. Begitu juga ketika mau menerima calon menantu, dibolehkan suuzan dulu untuk memastikan si calon, hingga kita Benar-benar meyakini kebaiakannya. 

Ketika kita belajar hadits begitu juga. Kita harus suuzan dulu dengan perawi hadits. 

Kelima, jangan mencari-cari kesalahan seseorang. Setiap orang pasti memiliki kesalahan.

Namun, jika kesalahannya itu tidak merugikan orang lain, maka kita hanya perlu mengingatkan dan menasehati. 

Keenam, jangan ghibah. Artinya, menggunjingkan aib orang yang tidak ia sukai.

Ada ghibah yang diperbolehkan. Misalnya, jika orang berada di pengadilan sebagai saksi, maka diperbolehkan mengatakan aib seseorang. 

Contoh lain adalah ketika kita meminta fatwa, maka membicarakan aib yamg terkait fatwa diperbolehkan.

Selain itu, dalam menegakkan amar ma'ruf nahi anil munkar, ghibah juga diperbolehkan. Contohnya adalah aib yang dibuka dalam Al-Quran.

Sesuatu yang remeh juga bisa menjadi dosa besar. Misalnya tentang penyebaran berita bohong atau fitnah. Buruknya hal ini diisyaratkan di dalam Al-Quran (QS: An-Nur: 15).

Maka ketika ada berita buruk yang disebarkan, ada dua kemungkinan. Jika berita benar, maka masuk kategori menyebarkan aib. Jika salah, maka masuk kategori menyebarkan kebohongan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun