Mohon tunggu...
Mahir Riyadl
Mahir Riyadl Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis di Mading Romansa

Adalah penulis biasa, suka mengamati hal yang ramai dibicarakan, dan membuatnya menjadi sebuah tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Money

Mengenal PPN 12%: Perubahan Tarif yang Berlaku Mulai 1 Januari 2025

21 November 2024   20:58 Diperbarui: 21 November 2024   21:11 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berdasarkan situs Kementerian Keuangan, dasar hukum PPN pertama kali diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah. UU ini telah mengalami beberapa revisi, termasuk UU Nomor 42 Tahun 2009 dan UU Nomor 7 Tahun 2021.

Aturan teknis terkait pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN dijabarkan dalam berbagai Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Perkembangan Tarif PPN di Indonesia

Sejak diberlakukan pada 1983, tarif awal PPN adalah 10 persen. Tarif ini kemudian dinaikkan menjadi 11 persen pada 1 April 2022 setelah pemerintah mengesahkan UU Nomor 7 Tahun 2021. Sesuai ketentuan, tarif PPN akan kembali naik menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025.

Barang dan Jasa yang Dikenakan PPN
Berdasarkan UU Nomor 42 Tahun 2009, objek yang dikenakan PPN meliputi:

Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) di wilayah pabean.
Impor BKP.
Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean.
Pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean.
Ekspor BKP berwujud, BKP tidak berwujud, atau JKP oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Barang berwujud seperti elektronik, pakaian, makanan, dan kendaraan termasuk dalam kategori ini. Sementara itu, barang tidak berwujud mencakup hak cipta, paten, merek dagang, dan informasi teknis.

Barang dan Jasa yang Tidak Dikenakan PPN

Sebaliknya, beberapa barang dan jasa tidak dikenai PPN, sebagaimana diatur dalam UU HPP dan PMK. Contohnya:

Barang: beras, jagung, daging segar, susu, sayur, buah, dan gula konsumsi.
Jasa: jasa keagamaan, kesehatan, pendidikan, transportasi umum, dan tenaga kerja.

Dengan memahami ketentuan ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan tarif PPN pada 2025.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun