Tegah niang tinggal aku seorang diri, hatiku berat melepaskanmu ke kampung halamanmu tapi aku sadari engkau pergi untuk diriku. Tiap malam aku merindukan dirimu dan aku tak mampu menghapus bayanganmu. Aku laksana bunga sedang layu ketika engkau menjauh dariku, kehadiranmu tiap saat kunanti.
Kehadiranmu malam ini sangat kudambahkan seakan - akan engkau menghapus air mataku yang sedang berderai. Tiap saat aku menghitung jam menanti kedatanganmu di Kota Bandar Madani, terkadang adzan Shubuh berkumandang tanpa aku sadari ternyata aku tidak tidur semalam suntuk hanya memikirkan nasibmu dan dirimu.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI