Mohon tunggu...
Lulu Azmi Agustina
Lulu Azmi Agustina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Hallo saya Lu'lu Azmi Agustina, saya sangat menyukai lagu-lagu dari Hindia dan Feast!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengamalan dalam Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar

6 April 2023   09:36 Diperbarui: 6 April 2023   09:41 239
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam pengamalan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, ada beberapa unsur yang terkait di dalamnya. Dalam Bahasa Indonesia memiliki kriteria serta bentuk pengamalan yang benar, sehingga akan dapat membentuk atau menghasilkan Bahasa Indonesia yang baik. Dalam hal itu, maka dalam Berbahasa Indonesia adanya unsur serapan, unsur tanda baca, dan unsur transliterasi di dalamnya.

A. Unsur Serapan. 

Berdasarkan kepada pendapat para ahli, unsur serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah adanya proses penyatuan atau penggabungan serta perpaduan kedalam suatu bahasa dan dapat di terima pemakaiannya oleh khalayak umum. Karena hal itu, bahasa Indonesia ini tidak hanya berdiri dari Bahasa Indonesia saja, tetapi adanya pula sebuah konstribusi dari berbagai Bahasa Asing maupun daerah yang di integrasikan di dalamnya. Sebagai contoh,  dalam Bahasa Arab  ('Abad) di integrasikan kedalam Bahasa Indonesia yaitu 'Abad' atau 100 tahun. Sebagai contoh lain, `lam dalam Bahasa Arab di integrasikan ke dalam Bahasa Indonesia yaitu 'Alam' yang artinya adalah dunia.

B. Unsur Tanda Baca. 

Dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, haruslah adanya tanda baca. Fungsi dari tanda baca ini dalam penggunaan bahasa adalah untuk membedakan atau mengartikan suatu kalimat. Karena kerap kali orang salah mengira dalam membaca karena tidak adanya tanda baca dalam sebuah kalimat tersebut, yang dalam penggunaan nya pun tanda baca bisa menjadi sebuah jeda dalam membaca yang baik. Tanda baca dalam Bahasa Indonesia ini terbagi menjadi 8 yakni

1.  Tanda Titik (.)

Tanda titik ini biasanya digunakan pada akhir kalimat atau pernyataan. Tanda titik juga bisa berfungsi sebagai tanda yang di pakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, sebagai tanda untuk memisahkan antara jam, menit dan detik, sebagai tanda yang digunakan dalam berbagai kelipatan angka yang menunjukkan jumlah, dll.

2. Tanda Koma (,)

Tanda koma ini biasanya digunakan untuk pemisah antara unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Tanda koma ini juga biasanya digunakan sebagai tanda sebelum kata penghubung, sebagai tanda memisahkan antara anak kalimat yang mendahului induk kalimat, dll.

3. Tanda Titik Dua (:)

Tanda titik dua ini biasanya digunakan untuk mengurangi suatu uraian dalam sebuah kalimat. Tanda titik dua ini juga biasanya digunakan sebagai tanda yang digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian,dll.

4. Tanda Titik Koma (;)

Tanda titik koma ini biasa digunakan pada akhir perincia yang berupa daftar klausa. Tanda titik koma ini juga biasanya digunakan sebagai tanda untuk menggantukan kata hubung dan memisahkan kalimat yang setara dari antar kalimat tersebut.

5. Tanda Hubung (-)

Tanda hubung ini biasa digunakan untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, dan rentang suatu nilai. Tanda hubung ini juga biasanya digunakan untuk merangkai Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing.

6. Tanda Pisah (--)

Tanda pisah ini biasa digunakan ntuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan lainnya.

7. Tanda Tanya (?)

Tanda Tanya ini baiasanya digunakan untuk mengakhiri kalimat yang berupa pertanyaan.

8. Tanda Seru (!)

Tanda seru ini biasanya digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat ungkapan atau perintah.

9. Tanda Elispsis (...)

Tanda ellipsis ini biasa digunakan pada kalimat yang dihilangkan. Yang biasanya pada kalimat ini merupakan kalimat yang rumpang yang harus diisi sebagai sebuah pernyataan.

10. Tanda Petik ("...")

Tanda petik ini biasanya digunakan untuk mengapit sebuah percakapan atau dialog dalam seatu naskah.

11. Tanda petik tunggal ('...')

Tanda petik tunggal ini biasanya digunakan untuk mengapit petikan yang ada di dalam petikan lain.

12. Tanda Kurung ( (...) )

Tanda kurung ini biasa digunakan untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak dtemukan.

13. Tanda Kurung Siku ([..])

Tanda kurung siku ini biasa digunakan untuk untuk mengapit kata, huruf sebagai koreksi atau tambahan yang adanya kesalahan didalamnya.

14. Tanda Garis Miring (/)

Tanda garis miring ini biasa digunakan dalam nomor surat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Tanda garis miring ini juga biasa digunakan sebagai kata ganti atau.

15. Tanda Penyingkat atau Apostrof (`)

Tanda penyingkat atau apostrof ini biasa digunakan sebagai tanda penghilang bagian huruf atau angka dalam konteks tertentu.

C. Unsur Transliterasi

Transliterasi menurut para ahli adalah pengalihan suatu jenis huruf ke jenis huruf lainnya. Misalkan alih akasara Arab ke huruf Latin, dsb. Fungsi dari transliterasi ini adalah agar mempermudah peneliti dalam makna yang terdapat dalam suatu naskah. Sebagai contoh kata Bahasa Arab yang sudah diserap menjadi Bahasa Indonesia seperti, 'Sedekah' dalam Bahasa Indonesia yang telah di serap dari Bahasa Arab yakni Shodaqoh.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun