Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Calon Presiden dan Reorientasi Politik Luar Negeri Indonesia

8 Desember 2023   12:58 Diperbarui: 8 Desember 2023   15:12 361
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hingar-bingar kampanye calon presiden (capres) telah mendorong sebagian masyarakat melihat platform mereka mengenai berbagai isu mendesak bagi Indonesia. Salah satu isu penting itu adalah politik luar negeri Indonesia. Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, menjadi salah satu lembaga yang mengundang ketiga capres berbicara tema itu.

Capres  Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo mendapatkan panggung internasional untuk menyampaikan pandangan mereka tentang arah dan strategi politik luar negeri Indonesia. 

Panggung CSIS membuka peluang para capres bisa bertukar pikiran secara langsung dengan komunitas internasional di Jakarta, termasuk para duta besar, korp diplomatik, pengamat, dan media internasional.

Politik luar negeri Indonesia sejak era kemerdekaan hingga kini dikenal dengan prinsip “bebas-aktif”. Prinsip ini mencerminkan sikap Indonesia yang independen dan tidak memihak blok mana pun dalam hubungan internasional, sekaligus juga aktif dalam berkontribusi bagi kepentingan nasional, regional, dan global.

Masuknya Indonesia sebagai kekuatan menengah (middle power) di kancah global turut menggeser dinamika politik luar negeri Indonesia. Indonesia didorong untuk berkiprah di dunia internasional tidak sekedar melalui pernyataan atau sikap, namun juga diharapkan mampu bertindak. 

Menjelang pilpres 2024, para capres menyajikan visi baru terkait politik luar negeri Indonesia bebas-aktif ini. Kata 'baru' pada visi itu bersifat relatif, karena tergantung pada persepsi masyarakat. Persepsi itu kemudian menjadi rumit ketika diberi warna politis, yang bersifat mendukung pada salah satu capres. Tulisan mencoba bersikap tidak memihak, namun ingin memotret pandangan ketiga capres itu.

ichef.bbci.co.uk
ichef.bbci.co.uk

Sementara itu, Anies Baswedan yang diusung oleh partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpandangan bahwa politik luar negeri bebas-aktif perlu didefinisikan ulang agar selaras dengan dinamika global masa kini. 

Menurut Baswedan, agar Indonesia dapat memainkan peran strategis di kancah global, diperlukan penguatan paradiplomasi yang didasari nilai-nilai seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan demokrasi (Baswedan, 2023). 

“Jadi, kalau kita melihat bebasnya kita bukan bebas yang free tapi kita bebas untuk membuat kebijakan yang jauh lebih strategik yang strategik Kita tentukan sendiri,” ujar Anies (Baswedan, 2023).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun