Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Artificial intelligence Pilihan

Jenis-Jenis Pertanyaan Ujian yang Tidak Bisa Dijawab ChatGPT

26 Maret 2023   15:26 Diperbarui: 26 Maret 2023   15:40 1017
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

3.Pertanyaan yang memerlukan penilaian atau pendapat pribadi, seperti pertanyaan tentang preferensi atau nilai subjektif yang berbeda antara individu.

4. Pertanyaan yang memerlukan pengalaman langsung atau interaksi fisik, seperti pertanyaan tentang pengalaman sensorik atau emosional yang tidak dapat saya rasakan.

5. Pertanyaan yang mengandung unsur kejahatan atau melanggar kode etik, seperti pertanyaan tentang cara melakukan tindakan ilegal atau yang membahayakan.

Namun, saya akan berusaha memberikan jawaban yang seakurat mungkin berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang telah saya pelajari dari data yang ada pada database saya.

Apakah kita menerima saja jawaban chatGPT, tanpa berpikir kritis? Kita mulai dari tiga jenis pertanyaan terbawah. Dari jawaban di atas, jenis pertanyaan 3, 4, dan 5 bisa dipahami kemungkinan besar benar. 

ChatGPT tidak memiliki sisi kemanusiaan dari jawaban atas pertanyaan nomer 3 dan 4. Meski memiliki keterbatasan, ChatGPT memiliki kemampuan dalam membuat pertanyaan untuk mengumpulkan data melalui wawancara. 

Yang nomer 5 secara jelas berkaitan dengan isu keamanan internet dan seterusnya. Januari lalu,  chatGPT menolak memberikan informasi tentang cara scrapping data di Facebook, Instagram, atau Youtube. Ada alasan legalitas dan perlindungan data.

Berkaitan dengan jenis pertanyaan nomer 1 dan 2, chatGPT tampaknya masih bisa 'dibobol' alias ditembus, sehingga masih bisa memberikan jawaban. Nomer 1 mengenai pertanyaan spesifik di bidang tertentu mungkin yang sifatnya teknis atau lokal yang datanya belum diunggah di internet. 

Bahkan pertanyaan mengenai profil individu seseorang tidak selalu bisa dijawab chatGPT. Ketika saya tanyakan profil seorang Profesor muda di studi Hubungan Internasional, chatGPT malah memberikan jawaban ngawur.

Lalu, saya tanyakan contoh pertanyaan di bidang studi saya dan chatGPT menjawab: Apa saja faktor yang mempengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia dalam kaitannya dengan kerjasama ASEAN? 

Tidak kurang akal, saya copy-paste contoh itu dan saya tanyakan balik ke chatGPT. ChatGPT ternyata bisa menjawab contoh pertanyaan itu. Jawaban bagus, tetapi cenderung common sense. Begitu juga dengan contoh pertanyaan nomer 2, chatGPT masih bisa menjawab. Jawaban bagus dan meyakinkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Artificial intelligence Selengkapnya
Lihat Artificial intelligence Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun