Mohon tunggu...
L S P 3 I
L S P 3 I Mohon Tunggu... Dosen - Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (Institute for Policy Research and Development study Indonesian Education), adalah organisasi non profit pendidikan yang bergerak di bidang KAJIAN, STUDI & RISET.Tujuannya mewujudkan tatanan pendidikan Tinggi Indonesia yang berpegang kepada nilai-nilai peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global.
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia "untuk pengembangan dan kemajuan pendidikan tinggi Indonesia"

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Idealnya Peran Dosen

27 Juli 2019   15:19 Diperbarui: 27 Juli 2019   15:34 1139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di era pendidikan 4.0, dosen harus harus mampu mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat digunakan untuk mempromosikan kegiatan belajar-mengajar yang menyenangkan. Menemukan cara terbaik untuk menjadi dosen sesungguhnya dan bagaimana seorang dosen berkembang menjadi pendidik yang kreatif. Mampu mendorong peserta didik agar mengalami perkembangan kemampuan kognitif dan kreativitas.

Tanpa kehendak mendorong peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, jangan berharap dunia pendidikan dapat mengurangi problem sosial kemasyarakatan. Dunia berkembang dengan cepat, motede dan strategi  butuh prosedur dan waktu khusus untuk disesuaikan. Di titik inilah, para dosen, pendeknya dosen harus terus mengembangkan tugas profesinya secara profesional.

Dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa di masa mendatang, tentu hal ini dimulai dari masa kanak-kanak, lalu bagaimana dengan para remaja? Justru remaja adalah yang paling penting dan paling banyak andil dalam proses memajukan Indonesia. Pihak yang harus terlibat dalam proses pematangan remaja adalah Dosen.

Kenapa peran dosen? Dosen adalah pengajar dalam perguruan tinggi, Remaja yang telah menjadi mahasiswa telah melewati masa kritis setelah SMA. Mengapa begitu? Pada tahun 2018 saja hanya sekitar 43 persen dari seluruh pelajar Menengah Atas di Indonesia bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Banyak alasan yang mendasari hal ini, seperti kendala biaya, tidak adanya keinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun memang keinginan untuk langsung bekerja.

Jadi, seharusnya mahasiswa yang berasal dari sebagian kecil pelajar SMA ini dapat dimanfaatkan agar berguna untuk kemajuan Indonesia kelak. Dosen adalah salah satu komponen penting dalam dunia perkuliahan maupun dalam pematangan para mahasiswa. Apabila kita ingin memajukan sebuah bangsa dari para remajanya tentu diperlukan tenaga pengajar dan pendidik yang memang benar mampu dalam hal tersebut.

Dosen memiliki banyak tugas dalam beberapa bidang namun dalam kegiatan akademik, idealnya  dosen juga harus memerhatikan hal-hal berikut ini.

1. Memiliki gaya mengajar yang mampu merangsang belajar mahasiswanya

Seorang dosen diharapkan mampu memberikan stimulus atau rangsangan kepada para mahasiswa untuk semakin giat belajar. Mahasiswa akan lebih mudah menyerap bahan mata kuliah saat mereka dilibatkan didalamnya.

2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan jelas

Komunikasi menjadi kunci bagaimana materi kuliah bisa tersampaikan dengan baik. Informasi yang didapatkan harus bisa dipahami dengan baik. Seorang dosen saat memberikan materi juga diharapkan mampu mengkaitkan teori, prinsip-prinsip, serta penerapan konsep tersebut secara praktis.

3. Materi kuliah wajib dikuasai

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun