Mohon tunggu...
Maezatul listiani
Maezatul listiani Mohon Tunggu... Lainnya - Titi

Lombok📍 Uin malang Pendidikan islam anak usia dini

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Si Kecil Belum Bisa Berbahasa Verbal, Kenali Tanda dan Solusinya

6 April 2021   22:58 Diperbarui: 6 April 2021   22:59 96
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Setiap orang tua sangat antusias menunggu tumbuh kembang anaknya, hari ini bisa apa ya? besok bisa apa ya? karena bagi orang tua momen yag sangat berharga ialah ketika menjadi saksi tumbuh kembang anaknya setiap saat. Hal yang dinantikan orang tua yakni menunggu si kecil mampu berbicara untuk pertama kalinya. Sepeti mendengar si kecil mengucapkan kata,"mama atau papa." itu sebuah kata terindah yang terkadang membuat orang tua terharu karena si kecil sudah mampu berbicara bahkan sudah mampu memanggilnya dengan sebutan itu.

sebagai ibu tentunya perlu adanya pembekalan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan si kecil, apa masih dikategorikan dalam pertumbuhan dan perkembangan yang wajar atau si kecil mengalami gangguan dan hambatan yang dapat muncul kapanpun.Namun perlu diwaspadai gangguan yang sering dialami oleh anak kecil yakni gangguan bahasa verbal. Gangguan bahasa verbal ialah kondisi dimana seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan baik atau seperti orang pada umumnya. Biasanya gangguan ini dialami juga oleh anak yang ditandai dengan gejala keterlambatan anak dalam berbicara.

misalkan ketika anak memasuki usia 15 bulan sudah mampu berbicara, namun ternyata anak anda masih belum menunjukkan tanda memapuan dalam berbicara, tentu orang tua tidak boleh mengabaikan hal ini, untuk kenali tanda-tanda gangguan perkembangan bahasa anak anda sedini mungkin, berikut penjelasannya:

1. pada saat usia 15 bulan si kecil tidak mengoceh layaknya anak pada usianya. misalnya diusia 15 tahun si kecil mampu berbicara atau mengoceh seperti mengucapkan kata tidak,dan sering cerewet melihat sekelilingnya.

2. Di usia 2 tahun si kecil tidak menunjukkan kemampuan dalam berbicara. seringkali anak mengalami keterlambatan dalam berbicara, meskipun seperti yang kita ketahui setiap anak memiliki tahapan perkembangan yag berbeda-beda namun tentu saja orang tua perlu berwaspada bila si kecil mengalami kelambatan terkait tumbuh dan kembangnya.

3. Pada usia 3 tahun si kecil tidak dapat mengomunikasikan kata yang sederhana, yang mana seharusnya anak pada usia ini sudah mampu mengucapkan kata atau kalimat dengan kategori sederhana.

4.  si kecil kesulitan dalam mengikuti petunjuk. lakukan hal sederhana untuk mengetahui apakah si kecil mampu mengikuti petunjuk kita atau tidak, yakni dengan menyuruhnya mengambil barang seperti," geri coba ambilkan bunda sisir itu, sambil menunjuk ke arah sisir." jika si kecil mengambil sisir  tersebut sudah jelas bahwa si kecil mampu mengikuti arahan namun ketika si kecil diam saja dan tidak ada pergerakan maka orang tua perlu waspada.

5. Artikulasi dalam berbicara buruk, yakni ketidak jelasan si kecil dalam mengucapkan kata-kata. terkadang dapat dilihat ketika si kecil berbicara namun dengan pengucapan yang sulit dimengerti atau tidak jelas.

6. kesulitan dalam menyusun kata-kata dalam satu kalimat. ditandai dengan si kecil sulit dalam menjawab pertanyaan sederhana, misalnya,"dena tadi makan apa?" dan dena menjawab," telur dena" hal itu menunjukkan bahwa si kecil kesulitan dalam menyusun kata menjadi kalimat.

Orang tua tentunya menginginkan yang terbaik untuk anaknya, ketika si kecil mengalami keterlambatan dalam berbicara akan menimbulkan kebimbangan apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami keterlambatan dalam berbicara. namun orang tua tidak perlu khawatir hal-hal sederhana dapat mengatasi keterlambatan anak dalam berbahasa verbal apa saja ?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun