Di tahun 2020, sebenarnya saya tidak memiliki target tentang banyak buku yang harus saya baca. Saya buat mengalir saja karena saya lebih sering membeli buku dengan sistem kejutan alias jika ada yang menurut saya bagus dan menarik, saya ambil. Tentu jika ada uangnya. HAHA.
Pembaca Segala Buku Disebut Apa?
Alhamdulillah, buku-buku yang saya beli di tahun ini banyak dikontribusikan dari hasil saya menulis di Kompasiana.
Seperti sebuah siklus, tulis -- baca -- ulangi. Berputar terus-menerus. Setiap saya mendapat uang jajan dari hasil menulis di Kompasiana, pasti akan saya belikan buku apa saja.
Jika manusia disebut sebagai omnivora atau pemakan segala, soal buku saya juga sama. Syarat dan ketentuannya hanya sesuai dengan selera saya (dan saldo).
Saat saya menulis tulisan ini, saya baru saja merapikan buku-buku di rak saya. Rupanya tahun 2020 membuat saya membeli lebih banyak buku daripada tahun lalu. Lebih dari jumlah bulan dalam setahun. Ada sekitar 20 buah buku cetak yang saya beli.
Baca Juga: Mampu Baca 7-10 Buku per Minggu, TBM Lentera Pustaka Anugerahi Anak Pembaca Terbaik
Seperti yang sudah saya katakan, saya membaca buku apa saja. Setiap buku punya takdir bertemu pembacanya, bukan?
Oya, buku-buku yang saya beli di tahun ini saya buru di toko online. Ya, sudah setahun lebih, saya kira, saya tidak memilih buku sendiri dari rak-rak buku itu.
Sebenarnya rindu juga ritual berkeliling dari sudut satu ke yang lain untuk melihat buku mana yang harus saya beli, tapi rupanya pandemi ini memang membuat saya harus menunggu buku itu datang sendiri ke rumah. Datang dibawa kurir ekspedisi.
Memang ada beberapa buku yang belum saya baca, masih terbungkus plastik. Masih ada tiga buku yang belum saya sentuh sama sekali. Semoga saja sampai penghujung tahun ini, buku-buku itu sudah terbaca semua.