Pernah mendengar iklan yang menyatakan bahwa lebih dari 100 penyakit berasal dari usus? Memang benar adanya. Karena sebanyak 80 persen dari seluruh sistem imunitas kita terletak di saluran cerna. Usus juga dikenal dengan sebutan otak kedua, karena merupakan bagian terbesar kedua dari sistem syaraf kita.
Bijak Mengkonsumsi Probiotik
Hari ini produk probiotik sangat mudah ditemukan. Yang cukup familiar bagi orang Indonesia adalah pangan fermentasi seperti yogurt dan tempe. Ada juga yang lebih praktis dalam bentuk kapsul.
Bagi orang yang sehat, efek samping yang diberikan dari konsumsi probiotik hampir tidak ada. Namun, bukan berarti boleh mengkonsumsinya asal-asalan. Karena bila mengkonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan dalam waktu yang cepat, bisa mengundang masalah pencernaan lain seperti diare.
Sampai saat ini,peredaran produk probiotik memang diijinkan, tetapi bukan dianggap sebagak bentuk pengganti obat. Produk probiotik dianggap sebagai suplemen makanan atau pelengkap yang artinya tidak diperbolehkan untuk mengklaim sebagai penyembuhan suatu penyakit tertentu. Probiotik masih menjadi "pekerjaan rumah" bagi peneliti.
Waktu-waktu yang dapat dipertimbangkan untuk mengkonsumsi probiotik adalah setelah kamu konsumsi antibiotik --karena obat tersebut dapat membunuh bakteri dalam tubuhmu--, merasa punya masalah kulit seperti jerawat, merasa sering sakit, atau stress yang tidak jelas asalnya. Satu fakta lagi yang tak kalah menarik adalah bakteri usus dapat membuat hormon bahagia, serotonin.
Curhatlah pada doktermu untuk kepastiannya. Bisa jadi bukan probiotik yang kamu butuhkan, melainkan prebiotik. Meski namanya mirip, keduanya sangatlah berbeda ya. Prebiotik merupakan makanan untuk probiotik.
Setelah tahu ini, apa kamu menemukan kunci jawabannya? Mau gak mau kamu harus menjadi percaya, bahwa tubuhmu itu memang penuh bakteri. Hihi. Uniknya lagi nih, tiap orang bisa beda-beda juga jenis dan jumlahnya lho. Bisa bervariasi tergantung dari keturunan, diet , obat-obatan.
Salam,
Listhia H Rahman