Mohon tunggu...
Leya Cattleya
Leya Cattleya Mohon Tunggu... Asisten Pribadi - PEJALAN

PEJALAN

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mas Joko, Ada Puisi dari Bulak Sumur, dan Mengapa Saya Sulit Percaya Tulisan Denny Siregar

16 September 2019   06:22 Diperbarui: 17 September 2019   01:07 1688
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto dari Deklarasi Civitas Akademia UGM 15 September 2019 ( Foto : Civitas Akademia UGM)

Civitas akademi UGM terus mengatakan dan meyakinkan bahwa, mereka melakukan ini semua untuk mendukung Jokowi. Untuk berada di belakang Jokowi.

Karena foto dan puisi itu pulalah, saya melanjutkan upaya menyebarkan petisi yang saya mulai  ini http://chng.it/pPrTGcnm. 

Pada Sabtu 14 September 2019, saya hanya berdiam diri dan tidak membagi petisi itu karena saya sedikit putus asa. 

Tetapi kemarin, 15 September 2019, dalam 6 jam, terdapat lebih dari 300 tanda tangan saya dapatkan untuk mendukung petisi itu. Saya tak harus mundur atau ciut. Saya teruskan. Masih ada waktu. 

Kemudian, saya membandingkan dengan tulisan Denny Siregar yang cukup banyak saya terima melalui WA saya. Tulisan Denny Siregar soal 'Kisah Kasih Antara AB, NB, dan BW" yang saya terima dari cukup banyak kawan, saat ini dipercaya banyak pihak, khususnya masyarakat sipil. 

Sebagian dari mereka bingung. Sebagian lain tidak percaya dengan gerakan 'tolak revisi UU KPK'. Sebagian lagi bahkan turut serta mendukung rencana revisi UU KPK.

Tanggapan tanggapan itu saya terima ketika saya membagi tautan petisi yang saya mulai melalui change.org. Tentu saya tidak bisa memaksakan advokasi saya.

 Saya sulit percaya pada tulisan Denny Siregar.

"Secara pribadi saya sendiri melakukan tabayun, datang ke sana (KPK) nanya-nanya. Dan yang saya temukan bukan radikalisme, tetapi hanya orang-orang yang kalau zaman sekarang sebutannya 'hijrah' lah," ungkap Anita. "Dan kemudian saya menemukan bahwa KPK sudah melakukan langkah-langkah dengan mendatangi lembaga-lembaga tertentu, seperti datang ke BNPT untuk mempelajari radikalisme, bagaimana mengetahui ciri-ciri dan mengidentifikasi apakah memang ini terjadi di KPK atau tidak," lanjut dia (Anita Wahid, Detik.com, 15 September 2019) 

Tulisan Denny Siregar melengkapi, tetapi tidak terlalu membantu. Itu menurut saya. Saya makin yakin dengan kalimat sahabat saya yang mengatakan bahwa  informasi Denny bisa saya lihat dari perspektif berbeda yang melengkapi. Bukan dari urusan benar salahnya. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan saya berpikir ulang ketika membaca tulisan Denny Siregar.

Pertama, keterkaitan persaudaraan antara AB dan NB sangat mungkin terjadi. Namun, bukan dalam konteks untuk berkonspirasi melemahkan KPK untuk melindungi suatu konspirasi atas pelemahan KPK. Juga, Denny Siregar menggambarkan, baik NB adalah orang kecewa karena ia harus terluka akibat investigasinya atas kasus besar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun