Sendiri melawan badai, tanpamu di sisiku
Ada rasa resah dan takut melanda
Tapi kau pergi tanpa pamit
Hanya masalah sepele
Aku terkubur dalam kenangan kepahitan
Setiap hari hati yang durja terlukis di wajahku yang tirus
Pernah aku merasakan dunia ini sempit
Takdir tak membiarkan aku larut dalam keresahan,kesepian dan segala muram durja
Aku meninggalkan semua kersehan
Hidup ini masih berlanjut
Aku punya buah hati
Sebagai permata, emas dan berlian
Harta yang paling berharga di dunia ini
Aku memutuskan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan menjadi pengikutnya yang setia
Hingga hidupku lebih berarti, melihat sekelilingku masih banyak yang lebih pahit
Aku masih punya Ayah yang menyangiku
Biarlah aku berbakti, merawat Ayah yang sekarat.
Takkan kusesali keputusanku berpisah denganmu.
Buat apa hidup bersama kalau saling menyakiti
Sudahlah kekasih pergilah
Biarlah aku sendiri bersama buah hati kita
#puisiberbalasanishidayati
Bekasi, 10032019
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H