Mohon tunggu...
Leonardo Tolstoy Simanjuntak
Leonardo Tolstoy Simanjuntak Mohon Tunggu... Wiraswasta - freelancer

Membaca,menyimak,menulis: pewarna hidup.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Uang Koin Kuno Bergambar Ayam dan Tulisan 1250 Ditemukan di Kuburan Tua

15 Februari 2015   04:56 Diperbarui: 4 April 2017   16:50 465
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

[caption id="attachment_396969" align="aligncenter" width="300" caption="Koin kecil diduga uang kuno bertahun 1250 yang ditemukan di kuburan tua di Tarutung,Sumut.(Repro.Kompasianer)"][/caption]

Beberapa kepingan diduga mata uang koin kuno ditemukan di sebuah pekuburan tua di kawasan Desa Hutabarat, Tarutung, Sumatera Utara. Ada sekitar 12 keping dengan bentuk hampir sama namun tak serupa. Pada mata uang berukuran kecil dan tipis itu terlihat gambar ayam jantan, dan pada sisi satu lagi gambar berupa bunga (mirip bentuk bunga matahari), dan dibawahnya tertulis angka 1250. Sedangkan tulisan pada mata uang itu belum jelas (masih dikonfirmasi) apakah itu aksara Arab atau timur tengah lainnya.
Menurut penuturan kepada Kompasiana.Com, kepingan uang logam kuno itu ditemukan beberapa waktu lalu di sebuah kuburan tua di seputaran Desa Hutabarat, Tarutung. Saat itu dua orang pemuda bernama Gibson dan Balut ikut membantu membangun tambak (makam dari keramik) di kuburan tersebut. Karena butuh tanah untuk perkuatan dasar fondasi, kedua anak muda itu mencangkuli tanah berdekatan dengan lokasi makam yang sedang dibangun. Mereka mencangkuli tanah di bagian bawah sebuah pohon besar tua yang konon berusia 200 tahun lebih, merupakan pertanda kuburan leluhur marga berasal dari kawasan itu. Tiba-tiba saat mereka mencangkul terdengar suara gemerincing seperti terkena benda keras atau besi.

Ketika diamati ternyata sejumlah kepingan koin (diduga mata uang kuno) terikut oleh tanah cangkulan dan berserakan di atas tanah. Kedua pemuda itu pun memungut kepingan koin itu, dan merasa bahwa itu hasil temuannya kepingan itu pun dibagi-bagi. Tapi dua orang tukang ikut kebagian begitu juga pihak yang mensponsori pembangunan makam yang kebetulan hadir di sana.
Kepingan itu kemudian dibersihkan, digosok-gosok dengan berbagai cara. Awalnya sudah sangat karatan tapi setelah dibersih-bersihkan, mulai tampak rupa aslinya. Ada tulisan seperti huruf Arab kuno, bergambar ayam jantan dan sisi lainnya gambar mirip lambang bunga matahari, dan dibawahnya tulisan angka 1250.

Ketika kepingan koin yang diduga terbuat dari perunggu atau tembaga itu ditunjukkan pada sejumlah orang tua, dikatakan bahwa kepingan koin itu adalah mata uang kuno dan sesuai angka yang tertulis di sana usianya sekitar 765 tahun. Diperkirakan pada zaman dulu pernah ada pengembara atau rombongan dari kerajaan tertentu yang singgah di tempat itu atau mungkin juga bukan orang asing tapi uang koin itu milik raja-raja kampung di wilayah itu, yang saat meninggal kepingan tersebut ikut dikuburkan.
Lalu, sekarang dimana kepingan uang kuno itu sejak ditemukan? Salah seorang tukang yang menangani makam saat penemuan itu mengaku masih ada tapi tinggal satu keping yang disimpan. Sementara Balut Sibarani yang mendapat tiga kepingan mengatakan sudah menjual pada orang lain, tapi tak menyebut berapa dijual. Begitu juga pemuda bernama Gibson mengatakan sudah memberikan pada orangtuanya dan masih tersimpan dengan baik (lihat foto). Lalu mau dikemanakan itu koin, apa mau terus disimpan? tanya Kompasianer. Dia jawab," Ini termasuk benda purbakala yang langka, perlu juga disimpan dengan baik. Tapi kalau ada peminat barang kuno menginginkan, tentu bisa nego, dengan catatan harganya juga tak sembarangan."
Bah, berapa nilainya kalau dijual, apa sampai miliaran? pancing Kompasianer. Sambil terkekeh, orangtua Gibson berkata," Ya siapa tau bisa seperti batu cincin yang harganya meroket hingga miliaran, kan...ha-ha-ha-ha..." bernada gurau. Dia juga bersedia memberikan nomor ponselnya andai memang ada peminat yang serius nantinya. (Singgah juga di blog pribadi SARINGAR.Net leonardotsjoentak.blogspot.com)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun