2. Dampak pada cuaca
Kondisi cuaca yang kering di Riau berpotensi menyebabkan titik api yang sebelumnya sudah kecil di bagian bawah gambut kembali memicu kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, adanya pembakar lahan dan hutan baru yang disengaja juga ikut membuat titik api meluas. karena pembakaran yang terjadi maka suhu di sekitarnya akan bertambah. Kerugian dari kebakaran hutan secara luas di Provinsi Riau telah menyebabkan pemanasan global dan meningkatnya suhu bumi. Â Karena suhu bertambah, penguapan yang terjadi akan membesar dan hujan pun akan terjadi, kerugiannya adalah karena air tidak dapat tertahan, banjir pun dapat terjadi.
DAMPAK SOSIAL
        1. Mengganggu daerah sekitar
Yang paling parah terkena dampak kabut asap Riau adalah Riau sendiri, kemudian daerah tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Kabarnya daerah tetangga pun jugs terkena asap dari pembakaran di hutan Riau. Kerugian yang terjadi pun akan mengganggu hubungan kerjasama antar negara atau daerah karena asap yg terjadi menghambat kerja sama antar daerah atau negara. Hubungan politik antar negara pun juga dapat tergangg karena negara tetangga akan menganggap Indonesia amatir dalam mengelola negara.
                2. Bahan pangan yang terbatas
karena terbatasnya masyarakat untuk beraktifitar di luar rumah atau daerah, maka kegiatan bercocok tanam masyarakat pun terhambat. Bukan hanya karena masyarakat yang tidak bisa melakukan kegiatan aktifitas cocok tanam seperti biasa tapi karena tumbuhan yang tumbuh tidak dapat optimal/mati/layu. Kerugian dari hal ini akan menimbulkan kurangnya bahan pangan bagi masyarakat. Karena stok pangan yang diberi pemerintah pun juga terbatas dan tidak mencapai daerah-daerah pedalaman. Kerugian dari kurangnya bahan pangan tsb adalah kelaparan yang perkepanjangan dapat menimbulkan kematian.
Itu tadi adalah sebagian dari dampak-dampak yang dapat ditimbulkan. Nah sahabat Kompasiana... bagaimana tanggapan anda terhadap masalah yang sedang terjadi di Riau saat ini?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H