Mohon tunggu...
Ebes Supriyanto
Ebes Supriyanto Mohon Tunggu... Lainnya - Kasi Pelayanan Desa Lembarawa - Brebes

Santai, Tenang dan Relaks

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Hypnosia for Selling

2 Oktober 2023   20:05 Diperbarui: 2 Oktober 2023   20:08 90
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Menjual bukan sekedar menawarkan produk tapi seni dalam komunikasi yang asyik (Embuh NLP)

Entah disadari atau tidak setiap hari kita mengalami kondisi Hypnosis baik sengaja maupun tidak. Seperti saat menonton tivi dipanggil beberapa kali tidak mendengar karena saking fokusnya menonton acara televisi

Hypnosis artinya fokus pada satu objek sehingga hal lain selain yang difokuskan seakan tidak ada atau terdelet. Fenomena seperti ini sudah biasa kita alami setiap hari.

Kondisi hypnosis juga biasa kita alami saat kita kondisi mengantuk seperti saat kita beranjak tidur atau saat bangun tidur. Nah disini kita perlu hati hati agar saat kondisi mengantuk kita gunakan state ini untuk afirmasi positif sebab faktor kritis kita sudah non aktif saat kondisi mengantuk sehingga apa saja yang terdengar terlihat dan terucap cukup mudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar.

Hypnosis for selling.

Nah kondisi hypnosis yang tidak sengaja kita alami tiap hari bisa digunakan dengan sengaja salah satunya untuk penjualan. Jika kita tidak pernah jualan atau bukan Sales paling tidak kita pernah melihat orang berjualan atau Sales dalam menawarkan produknya. Jika diamati dengan seksama maka akan terlihat bagaimana seorang Sales mampu mempengaruhi calon konsumennya dengan begitu meyakinkan sehingga rela membeli barangnya.

Tentu saja penjualan disini kita niatkan benar benar untuk menjual sebuah produk yang bermutu dan sesuai kebutuhan konsumen sehingga tidak ada penipuan atau sang konsumen tidak merasa dirugikan.

Pertanyaan dalam sebuah penjualan sangatlah penting, jangan langsung menjelaskan berbagai fungsi dan manfaat sebuah produk kepada konsumen, tapi tanyakan kebutuhan apa yang diinginkan konsumen.

Contohnya kita menawarkan sebuah mobil merk tertentu, maka tanyakan pada calon konsumen "mobil seperti apa yang dibutuhkan oleh bapak/ibu?"

Nah jika calon konsumen menjawab saya membutuhkan mobil yang nyaman dan bisa untuk sekeluarga, maka kita menjelaskan bahwa mobil yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

"Kebetulan bapak, ini mobil sangat nyaman buat bapak/ibu sekeluarga ditambah berbagai fiture yang pastinya membuat perjalanan anda aman dan nyaman".

Tentunya penjelasan ini juga memang ada di dalam produk yang kita tawarkan dan ditekankan dengan bahasa yang nyaman dan nyambung sesuai bahasa dan keinginan calon konsumen.

Pacing Leading.

Sebelum menawarkan sebuah produk agar kita bisa dipercaya tentunya kita membutuhkan hubungan yang baik sehingga konsumen merasa dekat dengan kita sebagai penjual yang terpercaya.

Peacing artinya menyamakan baik dalam gerakan atau mirroring ataupun bahasa dan minatnya atau matching. Tentunya dalam menyamakan gerak tubuh jangan kaku dan persis sama, tapi dengan santai dan alami sehingga sang calon konsumen tidak merasa diikuti dan bikin risih.

Jika calon seorang guru maka tema obrolan kita berbicara mengenai dunia pendidikan atau apapun yang berkaitan dengan pendidikan, tidak perlu mendalam yang terpenting kita bisa memancing dia agar asyik ngobrol dengan kita.

Nah jika komunikasi kita sudah nyambung dan asyik maka kita bisa leading atau mengarahkan pada penjualan, sehingga tawaran yang ada bisa mudah dan diterima oleh calon konsumen karena kita sudah dianggap dekat dan tidak asing baginya.

Selamat mencoba dan bahagia dalam menjual ya. Be happy!

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun