Mohon tunggu...
UCARE INDONESIA
UCARE INDONESIA Mohon Tunggu... Administrasi - Lembaga yang mengelola dana ZISWAF dan dana kemanusiaan

Lembaga yang mengelola dana ZISWAF dan dana kemanusiaan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

8 Kiat Meredam Amarah agar Tak Salah Arah

9 Juli 2024   11:13 Diperbarui: 9 Juli 2024   12:59 35
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: freepik.com/tiko33

Mengendalikan amarah memiliki keutamaan besar dalam Islam. Menahan amarah adalah tanda kekuatan dan kematangan spiritual, yang bisa mendekatkan kita kepada Allah dan berbuah kebaikan di surga.

6. Memaafkan dan Berlapang Dada

Memaafkan orang yang membuat kita marah adalah tindakan mulia yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman, " dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali Imran: 134). Memaafkan adalah salah satu cara terbaik untuk meredam amarah dan mendapatkan ridha Allah.

7. Bertafakur dan Merenung

Meluangkan waktu untuk bertafakur dan merenung tentang dampak negatif dari amarah dapat membantu kita lebih bijaksana dalam menghadapinya. Pikirkan bagaimana amarah bisa merusak hubungan, menciptakan permusuhan, dan menghambat kebahagiaan kita. Dengan merenung, kita bisa menyadari pentingnya mengendalikan emosi dan mencari cara yang lebih positif untuk menyelesaikan masalah.

8. Berdoa dan Memohon Pertolongan Allah

Berdoa adalah cara ampuh untuk meredam amarah. Memohon pertolongan Allah agar diberikan kesabaran dan ketenangan adalah langkah yang sangat penting.

Meredam amarah bukanlah hal yang mudah, namun sangat mungkin dilakukan dengan tekad dan usaha yang sungguh-sungguh. Dengan mengambil wudhu, mengubah posisi tubuh, mengucapkan ta'awudz, diam, mengingat keutamaan menahan amarah, memaafkan, bertafakur, dan berdoa, kita bisa mengendalikan emosi dan mendapatkan ketenangan. Amarah yang diredam dengan baik tidak hanya membawa kebaikan dalam kehidupan kita di dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju surga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun