Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, bersabda:
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Segala urusannya merupakan kebaikan. Dan itu tidak terjadi kecuali hanya kepada orang-orang yang beriman. Jika mendapat nikmat dari Allah, dia bersyukur, dan syukur itu baik untuknya. Jika dirinya ditimpa musibah, dia bersabar, dan sabar itu merupakan kebaikan hatinya." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Ya, barakah merupakan keajaiban. Keajaiban yang tidak akan pernah terjadi kecuali bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Rabb-nya. Tidak berarti yang hidupnya dilimpahi dengan berbagai macam kenikmatan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala merupakan pertanda bahwa dia dicintai oleh Allah ta'ala. Yang dimaksud bukan berarti dibenci oleh Allah ta'ala jika senantiasa berada dalam kesulitan, kesusahan, dan ketidak nyamanan. Sebab semuanya adalah ujian. Semuanya merupakan sarana untuk membuktikan keimanan.
Bukankah, sekali lagi, keberkahan secara sederhananya hanya berada dalam dua bangunan besar, sabar dan syukur? Jika beruntung membawa kita lebih bersabar dan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, maka itulah keberkahan. Begitu juga nikmat yang membawa kita semakin bersyukur kepada Allah ta'ala, insya Allah, di situ juga merupakan sumber keberkahan. Pada kesempatan lain, junjungan kita, Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, juga memberikan pengertian tentang keberadaan barakah.
"Barangsiapa yang pada hari ini keadaannya lebih buruk daripada kemarin, maka dia adalah orang yang celaka. Barangsiapa yang hari ini keadaannya sama dengan hari kemarin, maka dia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini keadaannya lebih baik daripada hari kemarin, maka dialah orang yang berada dalam keberuntungan" (HR. Imam Bukhari)
Berkah. Barakah. Ya, tujuan kita yang sejati adalah mengusahakan keberkahan dalam hidup ini. Sebab berkah merupakan pintu terbaik untuk menjalin kedekatan dengan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Referensi: Musyafa, Haidar. 2014. Hidup Berkah dengan Doa. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H