Mohon tunggu...
Lazuardi Choiri
Lazuardi Choiri Mohon Tunggu... -

15 tahun. Tumbuh dan besar di kota yang kerap terlupa, Sumbawa Besar. Pembelajaran menjadi penulis yang aktif dan kritis juga mencoba objektif.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Semalam

27 Agustus 2018   21:13 Diperbarui: 27 Agustus 2018   21:39 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dalam sayup bising kipas menderu

Gelapnya malam buram di jendelaku

Sudut kamar gelap hampir menyeluruh

Berbalut selimut tubuhku telah runtuh

Tadi, beberapa hal disebut kenangan mengunjungi daku

Kusila dan jamu mereka di ruang tamu

Kubiarkan mereka duduk dulu, mengesap tehnya sebab ini bakal memakan waktu

Ditanyakannya sebuah nama yang tak pernah luput dari sejumput resah

Dinyatakannya beberapa kisah yang tak pernah lekang dari pikiran lusuh

Baik-baik aku menjawab, kutakuti mereka menyiksaku lagi seperti dahulu

Di mana salah menjawab diganjar mengingat lagi semua kisah itu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun