Limbah yang kita buang tentu akan berdampak sangat buruk bagi lingkungan sekitar dan yang akan mendatang apabila tidak kita pilah dan buang pada tempatnya. Oleh karena itu, sangatlah bijak jika kita mulai membiasakan diri dan menerapkan untuk membuang sampah pada tempatnya, memungut sampah jika menjumpai, dan memilah sampah sebelum dibuang. Biasakn untuk melakukan 3R (Reuse, Reduce, Reycycle).
Membuat tempat penampungan hujan
Salah satu fungsi dari air hujan adalah dapat menjadi sumber air alternatif. Dengan adanya tempat penampungan air tersebut kita dapat memanfaatkan ait tersebut untuk menggantikan air bersih, jika ingin mengubah air hujan tidak begitu kotor, sediakan filter air yang telah terindikasi dan telah diberikan predikat oleh pemerintah untuk digunakan menyaring air hujan tersebut.
Melakukan reboisasi dan aforestasi
Reboisasi adalah upaya penanaman jenis pohon hitan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang, atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan (Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2002 mengenai Dana Reboisasi, pasal 1 ayat 4). Manfaat dari reboisasi adalah mengontrol iklim, mencegah erosi tanah, menjaga tanah agak tidak rusak dan tetap kokoh, serta menjaga kualitas air dengan akar pohon.
 Aforestasi merupakan penghutanan pada lahan yang selama 50 tahun atau lebih bukan merupakan hutan. Aforestasi dan reboisasi berbeda, yang membedakan adalah lahan yang digunakan untuk pemulihan reboisasi adalah hutan, sedangkan aforestasi bukan hutan. Manfaat aforestasi, yaitu menyediakan sumber alternatif pohon, perlindungan terhadap kawasan hutan sekitar, meningkatnya pasokan pohon, menjaga kelestarian ekosisten, serta meningkatkan lahan yang mati memiliki nilai tambah.
Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia dengan berlimpahnya sumber daya alam, janganlah kita puas dan tidak memperdulikan isu-isu lingkungan yang perlu kita perhatikan. Jadilah warga negara yang menyayangi lingkungan seperti diri kita sendiri.
Sumber:Â
Atima, W. (2015). BOD dan COD sebagai parameter pencemaran air dan baku mutu air limbah. Biosel: Biology Science and Education, 4(1), 83-93.
Risyanto, R., & Widyastuti, M. (2004). Pengaruh Perilaku Penduduk Dalam Membuang Limbah Terhadap Kualitas Air Sungai Gajahwong (The Influence of People Behaviour in Disposing Waste to the Gajahwong Water Quality). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 11(2), 73-85.Â
Susana, T. (2003). Air sebagai sumber kehidupan. Oseana, 28(3), 17-25.Â