Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Wanita Cantik dan Pria Biasa: Mengapa Bisa Bersatu?

29 April 2017   06:35 Diperbarui: 29 April 2017   12:23 2307
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sudah setahun Muti dan Bayu menjalin hubungan. Meski dihantam pro dan kontra, mereka bertekad terus menjalaninya. Alasan banyaknya pro dan kontra karena banyak orang menganggap Muti dan Bayu tidak serasi. Muti adalah gadis cantik berpenampilan anggun, sedangkan Bayu pria dengan wajah dan penampilan yang sangat biasa.

Banyak pria tampan dan kaya berusaha mendapatkan Muti. Namun Muti hanya mencintai Bayu dengan segala kesederhanaannya. Muti yang selalu terlihat cantik, wangi, dan anggun menyukai Bayu yang sederhana dan apa adanya. Kedua orang tua Muti juga sempat mengutarakan keheranan, mengapa putri mereka menyukai Bayu. Banyak perbedaan di antara Bayu dan Muti yang sangat kontras. Sekalipun Bayu pernah menyakiti dan tidak jujur dari Muti, gadis cantik itu tetap mencintainya. Bahkan sesungguhnya, Bayu bukanlah tipe pria idaman Muti. Kedua orang tuanya tahu itu.  Pada akhirnya mereka bisa menerima dan menghargai pilihan Muti.

Kisah di atas hanyalah sebagian kecil bukti ketulusan cinta. Kompasianer, pernah melihat pria berwajah pas-pasan menggandeng wanita cantik? Cinta tanpa memandang rupa memang ada benarnya.

Kenyataannya, wanita cantik tak selalu menginginkan pria tampan sebagai pendamping hidupnya. Masih banyak aspek lain yang dicari wanita selain ketampanan wajah. Misalnya, aspek finansial. Wanita lebih memilih pria berwajah pas dengan mobil mewah dibanding pria tampan bersepeda.

Lantas, bagaimana bila si pria sendiri kondisi ekonominya pas pula? Tenang, masih ada peluang lain. Wanita pun bisa melihat kepribadian si pria. Tak mengapa prianya berasal dari keluarga yang kekurangan, asalkan ia pekerja keras. Usaha dan doa yang sungguh-sungguh dapat mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik.

Alasan lain wanita lebih memilih pria biasa dibanding pria rupawan adalah kesetiaan. Pria berwajah biasa, atau dikatakan pas, jauh lebih setia. Begitu menemukan wanita yang tulus mencintainya, sepenuh hati menerima dirinya apa adanya, mereka takkan berpaling lagi. Mereka sadar, sulit mencari wanita secantik dan sebaik itu dengan kondisi fisik mereka. Maka mereka tidak akan menyia-nyiakan wanita yang mencintai mereka.

Selain kesetiaan, pria biasa lebih menghargai kecantikan. Dicintai oleh wanita cantik adalah anugerah untuk mereka. Sedangkan pria rupawan terbiasa dikelilingi wanita cantik. Kecantikan bukanlah hal baru lagi untuk mereka.

Itulah alasan-alasan mengapa wanita cantik bisa bersatu dengan pria biasa. Pertanyaannya adalah, bagaimana menjaga hubungan semacam itu agar tetap bertahan?

1. Tunjukkan bahwa kita bangga memilikinya

Mempertahankan sebuah hubungan lebih sulit dari memulainya. Langkah pertama yang dapat kita lakukan, tunjukkan kebanggaan kita setelah memilikinya. Kalau perlu, tampakkan rasa bangga itu di depan keluarga dan teman-teman. Agar mereka tak usah meragukan lagi siapa pilihan kita.

2. Jangan biarkan orang lain meremehkan dia

“Hei, kamu pergi aja dari kehidupan Rosa. Rosa terlalu cantik buat kamu. Sedangkan kamu? Nggak cocok sama dia.”

Akan lebih banyak orang yang tidak suka melihat hubungan kita dengan si dia. Orang yang tidak suka akan melakukan segala cara untuk memisahkan kita dengan dia. Entah meremehkan dan menjatuhkan mentalnya di belakang kita, mengusir dia dari kehidupan kita, dll. Jangan biarkan itu terjadi. Bila pun ada yang meremehkan dia, besarkan hatinya. Motivasilah dia agar kuat menerima penghinaan itu. Cobalah beri pengertian pada orang-orang yang meremehkan dia untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Bela dan jagalah dia dari orang-orang yang meremehkannya.

3. Ajarkan dia kepercayaan diri

Mengajarkan seseorang untuk percaya diri gampang-gampang susah. Namun apa salahnya mencoba? Ajarkanlah kepercayaan diri padanya. Pelan-pelan, bangkitkan kepercayaan dirinya. Yakinkan dia bahwa penampilan fisik yang biasa bukanlah halangan baginya untuk meraih kebahagiaan.

4. Modifikasi? Tapi tetap jadi diri sendiri

Tak mungkin mengubah orang lain secara total. Kita hanya bisa membimbing dan mendorongnya untuk berubah. Jika dia benar-benar telah menjadi bagian dari hidup kita, tak ada ruginya memperkenalkan sedikit-sedikit cara berpenampilan yang lebih baik. Bagi wanita cantik yang fashionable dan paham segala make-up, tak sulit mengajari pria tentang mix and match pakaian, menggunakan parfum, dan perawatan tubuh lainnya untuk pria. Ajarkan saja sebagai tambahan pengetahuan untuk dia. Ingat, jangan sampai membuatnya tersinggung dan salah paham. Bisa-bisa dia mengira kita tidak menerima penampilannya yang sederhana. Kita boleh membantunya dalam berpenampilan, namun biarkan ia tetap menjadi dirinya sendiri.

5. Perkuat komitmen

Cinta yang dilandasi komitmen akan semakin kuat. Bagaimana pun wajah dan penampilan si dia, kita bisa menerimanya. So, perkuat komitmen. Ciptakan arah yang jelas, mau dibawa kemana hubungan ini selanjutnya. Komitmen terbentuk atas dasar cinta, penerimaan, dan kepercayaan.

Kompasianer, siapkah mencintai tanpa memandang fisiknya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun