Mohon tunggu...
Mayangthika
Mayangthika Mohon Tunggu... Guru - Guru

Mengajar adalah menyentuh kehidupan dengan cara yang tidak terduga, dan menulis adalah cara untuk membagikan cerita dari hati ke hati

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Setia Mendampingi Saat Bertugas di Hari Raya

10 Mei 2021   08:07 Diperbarui: 10 Mei 2021   11:26 358
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lebaran adalah momen yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Pasalnya momen inilah waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. 

Menjadi istri prajurit TNI bukanlah suatu hal yang mudah karena kami harus rela mengorbankan kepentingan keluarga untuk kepentingan negara. 

Rasa sedih dan haru pastinya harus kami rasakan jika waktu lebaran tiba namun kami tidak bisa berkumpul dengan keluarga atau pulang ke kampung halaman lantaran suami harus memenuhi panggilan ibu Pertiwi.

Pada awalnya hal ini membuat saya sedih, namun wejangan-wejangan sebelum menikah membuat saya kian menyadari akan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang istri prajurit. Seiring dengan berjalanya waktu, saya sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini. Dan di sinilah kesetiaan saya diuji.

Beri pengertian kepada anak

Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

"Kenapa sih kok ayah enggak libur kaya ayah temen-temen aku?" Protes anak-anak ketika mengetahui ayahnya tidak mendapatkan libur pada saat hari raya.

Tahun 2020 lalu, pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) ayah mereka tidak mendapatkan libur. Tahun ini mereka ada sedikit khawatir tidak libur kembali. Tahun ini mereka ada sedikit khawatir tidak libur kembali.

Di sinilah saya sebagai ibu harus berperan baik agar mereka bisa menerima dengan lapang dada. Walaupun kadang masih ada terselip kesedihan saat melihat teman-teman mereka sedang bercanda dengan ayah mereka. 

"Nak, ayah kalian itu adalah seorang prajurit TNI yang harus selalu siap siaga menjaga keamanan negara. Ayah-ayah lain yang sesama prajurit juga sama, terkadang harus berdinas saat hari atau momen penting. Bersabarlah dan doakan semoga ayah selalu dalam keadaan selamat dan sehat wal'afiat." Saya berusaha mencoba untuk memberikan pengertian kepada mereka.

Melihat wajah-wajah yang masih cemberut, membuat saya tergelitik untuk membuat sebuah candaan. "Nak, negara aja di jagain dan di sayang apalagi kita. Iya nggak?" secara spontan mereka langsung tertawa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun